Kasus  

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Lebih dari 100 Penumpang Sudah Dievakuasi

KEBAKARAN : KMP Putri Yasmin terbakar. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO) — KMP Putri Yasmin milik PT Jembatan Lautan (Jemla) terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB , Rabu, 12/8.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.50 Wita ketika kapal masih berada di perairan Selat Lombok. Penyebab kebakaran belum diketahui.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 06.30 Wita. Tim SAR kemudian mengerahkan kapal untuk membantu proses evakuasi.

“Kami menerima laporan kapal mengalami kebakaran di sekitar perairan Selat Lombok. Pada pukul 06.30 Wita kami mengerahkan satu kapal milik Basarnas,” kata Hariyadi.

Dia mengungkapkan, proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan sejumlah unsur terkait, termasuk TNI dan tim SAR dari Bali.

Data sementara menunjukkan sedikitnya 130 penumpang telah dievakuasi dari kapal tersebut. Sebanyak 35 penumpang dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Padangbai. Dan sisinya dibawa menuju Pelabuhan Lembar.  “Informasi sementara ada 130 orang penumpang yang sudah berhasil di evakuasi,” sebutnya.

Selain itu, Kantor SAR Mataram juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar untuk memperkuat operasi penyelamatan. Kantor SAR Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna ke lokasi. Pemantauan dari udara juga dilakukan dengan mengerahkan helikopter dari SGi Air Bali.

Pesawat tersebut digunakan untuk memperluas pemantauan terhadap kondisi kapal dan proses evakuasi di sekitar lokasi kejadian.

Hariyadi menegaskan koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman. “Kami lakukan koordinasi untuk mengerahkan kapal juga,” tegasnya. Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) yang berada di atas KMP Putri Yasmin.

Jumlah keseluruhan penumpang maupun ABK, termasuk kemungkinan adanya korban, masih dalam proses verifikasi tim di lapangan. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *