MGPA  

Pemprov NTB Pastikan Dukungan Penuh untuk MotoGP Mandalika 2026, Persiapan Dimulai Lebih Awal

KONPRENSI PERS : Direktur Utama MGPA Ananda Mikola (tengah), Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah kemeja putih), Komisaris MGPA Sabolah (kanan) dan General Manager The Mandalika I Made Pari Wijaya (kiri). Foto: susan/ntbnow.co

LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) Mandalika 2026. Berbagai aspek persiapan akan dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan rapat koordinasi dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2026 dengan melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar berbagai persoalan teknis dapat diidentifikasi sejak dini.

“Alhamdulillah, ini untuk pertama kalinya rakor diselenggarakan lebih dini. Biasanya sebulan sebelum pelaksanaan, sekarang lebih awal. Persoalan-persoalan yang ada nanti akan kita identifikasi dan kita carikan solusi-solusinya,” katanya, Selasa 21/7.

Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP merupakan tanggung jawab bersama sehingga beban pembiayaan maupun dukungan teknis dibagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.

“Yang jelas penyelenggaraan ini kita berbagi beban. Ada Kabupaten Lombok Tengah, ada provinsi, kemudian pusat. kita pasti akan bantu,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada penyelenggaraan tahun lalu, Pemprov NTB mengambil alih pembiayaan tim medis yang berasal dari Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP). Selain itu, pemerintah provinsi juga memberikan dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur, termasuk penerangan.

” Tahun ini setelah rakor dan identifikasi persiapan selesai, insya Allah kita juga akan memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengatakan MotoGP Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi ajang balap internasional, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata dan investasi di kawasan Mandalika.

“Harapannya event ini mampu menarik wisatawan dan menambah investasi di kawasan Mandalika. Yang paling penting, dunia melihat negara hadir dan Indonesia mampu berlaga di tingkat dunia,” ujar Ananda.

Menurut dia, penyelenggaraan MotoGP kini memiliki makna berbeda karena Indonesia telah memiliki pembalap yang berpeluang bersaing di level internasional.

Dua pembalap asal Indonesia yakni Vega Eda Pratama yang akan turut serta dalam ajang balap Moto3 di Mandalika, sedangkan Mario Suryo Aji akan berlaga dalam ajang balap moto2.

“Kali ini kita hadir membawa Merah Putih karena kita punya rider yang saya yakin mampu bersaing di barisan depan,” ungkapnya.

Komisaris MGPA Sabolah menilai keberadaan Sirkuit Mandalika telah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat NTB, khususnya Lombok Tengah. Karena itu, ia mengajak masyarakat memberikan dukungan penuh agar MotoGP tetap berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

“Kita harus menunjukkan masyarakat NTB memberikan support penuh kepada event ini karena kita ingin penyelenggaraan MotoGP terus berlanjut. Kita melihat jelas ada dampak positif terhadap nilai ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perhatian dunia akan tertuju ke Lombok saat MotoGP berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.

“Tanggal 9 sampai 11 Oktober nanti dunia akan melihat Indonesia, lebih spesifik Lombok. Karena itu masyarakat sekitar juga harus ikut menikmati manfaat keberadaan sirkuit ini,” ungkapnya.

Sabolah menambahkan, MGPA berkomitmen memperbesar keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan. Menurut dia, seluruh petugas marshal kini telah berasal dari daerah setempat.

“Hari ini marshal lokal sudah 100 persen. Ke depan masyarakat sekitar harus semakin mendapat peluang dan manfaat nyata dari keberadaan sirkuit ini,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager The Mandalika I Made Pari Wijaya mengungkapkan pengelola kawasan terus melakukan peningkatan fasilitas sirkuit untuk memenuhi standar penyelenggaraan MotoGP.

Menurutnya, pembenahan dilakukan pada sistem digital, fasilitas paddock, pengaturan parkir, manajemen lalu lintas, hingga pemasangan penunjuk arah (signage).

“Kami terus melakukan upgrading sarana dan prasarana di sirkuit maupun kawasan pendukung agar memenuhi standar. Tujuannya supaya customer journey pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri, mulai datang, menikmati balapan hingga kembali pulang dapat berlangsung nyaman,” akunya.

MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. Pemerintah bersama MGPA dan ITDC menargetkan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga internasional. Tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan promosi pariwisata yang lebih besar bagi NTB. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *