LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)– Pembalap Moto2 Mario Suryo Aji dan pembalap Moto3 Veda Ega Pratama menjalani sesi latihan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Selasa 22/7. Keduanya memanfaatkan latihan untuk beradaptasi dengan karakter lintasan menjelang balapan pada Oktober 2026 mendatang.
Mario mengaku kesan pertamanya setelah kembali berlatih di Sirkuit Mandalika sangat positif. Menurut dia, kondisi lintasan bersih dan memberikan rasa nyaman sejak awal sesi latihan.
“First impression latihan di Circuit Mandalika bersih, sangat oke. Tadi juga pertama keluar sesi latihan langsung ada Gripnya. Kita step by step saja, dan insya Allah kami akan mulai latihan lagi besok dari pagi sampai sore. Kami kira itu waktu yang cukup,” kata Mario.
Pembalap asal Magetan itu menjelaskan fokus latihan bukan mengejar catatan waktu, melainkan membiasakan diri dengan karakter lintasan. Sebab, motor yang digunakan saat latihan berbeda dengan motor yang dipakai pada balapan Moto2.
“Kami latihan menggunakan motor yang beda dengan motor balapan. Latihan ini tujuannya untuk cek trekking lap dan membiasakan diri karena angin dan blind spot di sirkuit cukup banyak,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai strategi menghadapi balapan di Mandalika, Mario menjawab singkat. “Ya gas pol aja,” tuturnya.
Sementara itu, pembalap Moto3 Veda Ega Pratama mengaku belum puas dengan sesi latihan perdananya. Ia hanya mampu menjalani dua putaran akibat kendala teknis pada motor yang digunakan.
“Latihan hari ini kurang puas karena kendala motor. Jadi latihan hanya dua lap saja,” ujar Veda.
Meski demikian, pembalap muda Indonesia itu mengaku senang bisa kembali memacu motor di Sirkuit Mandalika. “Intinya saya senang kembali memacu adrenalin di Circuit Mandalika. Circuit-nya mantap,” ungkapnya.
Menghadapi musim pertamanya di Moto3, Veda memilih tidak memasang target yang membebani dirinya.
“Ini tahun pertama saya ikut balap di Moto3. Jadi saya tidak mau kasih pressure ke diri saya sendiri. Intinya meraih hasil yang maksimal,” tuturnya.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, meminta masyarakat tidak memberikan tekanan berlebihan kepada Mario maupun Veda. Menurut dia, kedua pembalap tersebut telah menunjukkan kapasitasnya dengan mampu bersaing di papan tengah hingga menembus 10 besar pada balapan sebelumnya.
“Veda dan Mario Aji jangan terlalu banyak pressure yang membebani. Mereka harus enjoy. Saya yakin hasilnya maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas keduanya tidak bisa diragukan lagi, melihat Veda dan Mario masuk 10 besar di balapan sebelumnya. “Artinya mereka mampu bersaing dan sebagai pembalap mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ucapnya.
Ia menegaskan setiap pembalap tentu memiliki target untuk meraih kemenangan. Namun, yang paling penting saat ini adalah memberikan dukungan penuh kepada dua wakil Indonesia tersebut.
“Kalau ditanya target, semua pembalap pasti mau menang. Intinya beri support dan doa supaya hasilnya maksimal karena dua anak bangsa ini secara statistik mampu bersaing di 10 besar,” tegas mantan pembalap F1 itu.
Ananda juga menjelaskan Sirkuit Mandalika ditutup sementara selama dua hari agar Mario dan Veda dapat menjalani latihan dengan lebih optimal.
“Circuit ini milik masyarakat. Karena itu kita berikan support untuk local hero kita. Kita akan memberikan dukungan semaksimal mungkin dan biarkan dua anak bangsa ini menikmati persiapan balapannya pada Oktober nanti,” pungkasnya. (can)










