MATARAM (NTBNOW.CO)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan strategi baru untuk memperkuat promosi pariwisata ke pasar internasional, termasuk China. Promosi tersebut akan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur NTB, Dr Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan, promosi pariwisata tidak lagi harus dilakukan secara sendiri-sendiri oleh masing-masing daerah. NTB, Bali, dan NTT didorong untuk saling membawa dan mempromosikan destinasi wisata daerah lain ketika melakukan promosi ke luar negeri.
“Ketika Bali promosi ke luar negeri akan mempromosikan NTB dan NTT. Begitu juga sebaliknya,” kata Gubernur NTB saat menyampaikan paparan di hadapan Komisi VII DPR RI, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, pola kolaborasi tersebut penting untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus membangun paket destinasi yang lebih terintegrasi. Wisatawan mancanegara diharapkan tidak hanya menjadikan satu daerah sebagai tujuan, tetapi dapat menikmati rangkaian destinasi di Bali, NTB, dan NTT.
Promosi Wisata NTB Sasar Pasar China dan Timur Tengah
Selain China, NTB juga akan melanjutkan pengembangan halal tourism atau Muslim Friendly Tourism sebagai salah satu program prioritas pariwisata daerah.
Segmen wisatawan dari Timur Tengah menjadi salah satu pasar yang dinilai potensial untuk dikembangkan. Penguatan layanan, fasilitas, dan pengalaman wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim akan menjadi bagian dari strategi tersebut.
Di sisi lain, pemerintah juga menempatkan konsep quality tourism atau pariwisata berkualitas sebagai prioritas.
Pengembangan pariwisata tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan lama tinggal, belanja wisatawan, kualitas pengalaman, serta dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
SOP Keamanan Penyeberangan Gili Harus Distandarkan
Aspek keamanan wisata juga menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata NTB, khususnya aktivitas penyeberangan menuju kawasan Gili.
Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan penyeberangan dinilai perlu segera distandarkan untuk memastikan keselamatan wisatawan dan pelaku perjalanan.
“SOP keamanan penyeberangan Gili harus distandarkan sebelum terjadi sesuatu,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam pembahasan tersebut.
Langkah preventif ini dinilai penting mengingat kawasan Gili merupakan salah satu ikon pariwisata NTB yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Persoalan Sampah Jadi Sorotan
Selain keamanan, persoalan sampah menjadi salah satu isu utama yang mendapat perhatian DPR RI dalam pembahasan mengenai pengembangan pariwisata NTB.
Pengelolaan sampah dinilai tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun destinasi wisata berkualitas. Kebersihan kawasan wisata akan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan wisatawan sekaligus citra destinasi NTB di mata wisatawan internasional.
Karena itu, pembangunan pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem pengelolaan sampah dari tingkat pusat hingga daerah.
DPR RI Dorong NTB Miliki Roadmap Pariwisata Terintegrasi
Dalam pembahasan tersebut, DPR RI juga menyarankan agar NTB memiliki roadmap pariwisata yang terintegrasi dan kolaboratif.
Roadmap tersebut diharapkan mampu menghubungkan kebijakan pemerintah pusat dengan program pemerintah daerah, sehingga arah pembangunan pariwisata tidak berjalan sendiri-sendiri.
Konsep integrasi tersebut mencakup promosi, konektivitas, keamanan wisatawan, pengelolaan lingkungan, pengembangan destinasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata.
Dengan roadmap yang jelas, NTB diharapkan dapat memiliki arah pembangunan pariwisata jangka panjang yang lebih terukur dan konsisten.
Kolaborasi NTB, Bali, dan NTT dalam promosi internasional juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Ketiga daerah memiliki karakter dan daya tarik yang berbeda, sehingga jika dikemas dalam satu ekosistem promosi, berpotensi memperkuat posisi kawasan Bali-Nusa Tenggara sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia. (red)












