MATARAM (NTBNOW.CO) – Jumlah jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal dunia pada musim haji 2026 bertambah menjadi 12 orang. Data tersebut berdasarkan laporan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB.
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan penambahan jumlah jemaah yang wafat terjadi setelah seorang jemaah asal Kabupaten Bima yang tergabung dalam Kloter 4 meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.
Menurut Amin, jemaah tersebut telah kembali ke Indonesia pada 6 Juni 2026. Setibanya di NTB, yang bersangkutan langsung mendapatkan penanganan medis karena didiagnosis mengalami suspek pneumonia atau radang paru-paru.
“Jemaah tersebut pulang pada 6 Juni lalu dan langsung dirujuk ke rumah sakit karena didiagnosis mengalami suspek pneumonia. Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, beliau meninggal dunia pada Kamis pagi,” ujar Amin, Jumat (12/6).
Amin memastikan seluruh hak jemaah yang meninggal dunia akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami memastikan hak-hak jemaah yang wafat dapat dipenuhi dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jemaah asal Kabupaten Bima tersebut dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak 11 jemaah haji asal NTB dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Dari jumlah tersebut, tiga orang berasal dari Kabupaten Bima, tiga orang dari Lombok Tengah, tiga orang dari Lombok Timur, dan dua orang dari Kabupaten Sumbawa.
Dengan bertambahnya satu jemaah yang wafat setelah kembali ke daerah asal, jumlah keseluruhan jemaah haji asal NTB yang meninggal dunia pada musim haji 2026 kini tercatat sebanyak 12 orang. (can)












