BALE KITA, Hampir 300 UMKM NTB Bergabung dan Catat Transaksi Capai Rp10 Juta per Hari

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata. (susan/ntbnow.co)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Operasional BALE KITA, pusat promosi dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), disebut telah melampaui ekspektasi sejak diresmikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada 8 Juli lalu. Hingga kini, hampir 300 UMKM dengan ribuan produk telah bergabung dan mencatat rata-rata transaksi penjualan sekitar Rp10 juta setiap hari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pelaku UMKM sekaligus besarnya potensi pasar produk lokal NTB.

“Dari jumlah UMKM yang sudah masuk, kemudian kualitas produknya yang dipilih melalui kurasi yang cukup ketat. Alhamdulillah UMKM kita mampu memenuhi standar yang diinginkan,” kata Wiranata.

Dia menyebutkan, saat ini hampir 300 UMKM telah bergabung dengan membawa ribuan produk unggulan dari berbagai daerah di NTB. Dari sisi penjualan, hasil yang diperoleh dinilai cukup menggembirakan.

” Secara manajemen penjualan sendiri, alhamdulillah rata-rata setiap hari sudah bisa dapat transaksi Rp10 juta untuk UMKM kita. Jadi mereka langsung dibayar ke UMKM,” ujarnya.

Dia menegaskan BALE KITA tidak berfungsi sebagai toko yang mengambil keuntungan dari penjualan, melainkan sebagai showroom dan sarana pemasaran bagi produk-produk UMKM NTB.

” Mudah-mudahan ke depan kerja sama dengan berbagai pihak terus berkembang, termasuk memperluas platform penjualan melalui media sosial maupun dukungan dari pers agar ikut membantu UMKM kita naik kelas,” tutur Wiranata

Untuk meningkatkan daya saing produk, Disperindag NTB juga menyiapkan berbagai bentuk pendampingan bagi pelaku UMKM, mulai dari pemenuhan standar mutu hingga legalitas produk.

“Di Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah ada layanan Badan Standardisasi Nasional, kita juga sudah memfasilitasi sertifikasi halal. Kemudian kita akan bekerja sama dengan BPOM terkait izin edar dan juga merek dagang, sehingga UMKM kita mendapatkan fasilitasi yang lengkap,” ungkapnya.

Ia mengaku pemerintah ingin para pelaku UMKM lebih fokus pada pengembangan produk dan menjaga keberlanjutan produksi, sementara aspek perizinan dan sertifikasi difasilitasi pemerintah.

“Mereka cukup memikirkan produknya dan menjaga kontinuitas produksinya. Yang lain-lainnya akan kita fasilitasi,” ucapnya.

Produk yang dipasarkan di BALE KITA berasal dari berbagai sektor unggulan NTB, seperti tenun, kerajinan tangan, anyaman eceng gondok, rajutan hingga produk furnitur.

“Ada tenun, berbagai kerajinan tangan, kerajinan eceng gondok. Kemarin tas dari eceng gondok juga sudah terjual, kemudian ada produk rajutan dan berbagai produk lainnya,” jelasnya.

Selain menggandeng pelaku UMKM, Disperindag NTB juga bekerja sama dengan Kantor Wilayah Imigrasi dan lembaga pemasyarakatan melalui program pembinaan warga binaan.

Ke depan, Disperindag NTB akan terus memperluas jangkauan pemasaran BALE KITA dengan memanfaatkan teknologi digital dan platform perdagangan elektronik agar produk-produk UMKM NTB dapat menjangkau pasar yang lebih.

“Kami berharap BALE KITA mampu terus mengembangkan pola-pola pemasaran yang lebih luas. Seperti media sosial, dan e-commerce sehingga produk-produk UMKM semakin berkembang,” pungkasnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *