Kasus  

Bukit Sempana Sembalun Kebakaran, 25 Pengunjung Berhasil Dievakuasi

KEBAKARAN: Kobaran api terlihat di kawasan hutan Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Selasa (9/6) malam. (ist)

LOMBOK TIMUR (NTBNOW.CO) – Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Bukit Sempana di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (9/6) malam. Sebanyak 25 pengunjung yang sedang berkemah di lokasi berhasil dievakuasi untuk menghindari dampak kebakaran.

Kasi Perlindungan dan KSDAE BKPH Rinjani Timur, Lalu Iskandar, mengatakan titik api muncul tidak jauh dari area perkemahan Bukit Sempana.

“Berdasarkan informasi dari salah seorang pengunjung yang berkemah di lokasi, titik api terlihat dari bukit di sebelah area camp puncak dengan jarak sekitar 500 meter dari lokasi perkemahan,” ujarnya saat dihubungi ntbnow.co.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pengelola Bukit Sempana segera melakukan evakuasi terhadap seluruh pengunjung yang berada di kawasan wisata tersebut.

“Sebanyak 25 pengunjung sudah berhasil dievakuasi ke basecamp. Pengelola bergerak cepat untuk memastikan seluruh pengunjung berada dalam kondisi aman,” katanya.

Lalu Iskandar menjelaskan, kebakaran menyebar ke beberapa arah akibat kondisi angin yang cukup kencang. Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi SiPongi, titik api terdeteksi di wilayah RPH Peringgabaya, RPH Sambelia, serta wilayah RPH Suela.

“Sebaran api mengarah ke beberapa kawasan, termasuk wilayah Peringgabaya, Suela, dan sebagian area Sembalun,” jelasnya.

Hingga Selasa malam, upaya pemadaman masih dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat, pengelola wisata, TNI, dan Polri. Namun, kondisi medan yang curam dan gelap membuat proses pemadaman harus dihentikan sementara demi keselamatan petugas.

“Kami berupaya memadamkan api, tetapi karena medan cukup terjal dan minim pencahayaan, operasi malam ini dihentikan sementara. Besok tim akan kembali naik dengan persiapan yang lebih matang untuk melanjutkan pemadaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengelola Bukit Sempana, Dedi Supratman, mengatakan laporan awal mengenai munculnya titik api diterima sekitar pukul 15.00 Wita dari kawasan timur bagian selatan Bukit Sempana.

“Hingga pukul 23.43 Wita, posisi api sudah tidak dapat dijangkau. Angin yang cukup besar menyebabkan api terus merambat dan bergerak menuju area perkemahan, meski belum mencapai puncak,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, pengelola memutuskan menutup sementara jalur pendakian Bukit Sempana yang memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Mulai 9 Juni 2026, pendakian ke Bukit Sempana ditutup sementara hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Kebijakan ini diambil demi keselamatan dan keamanan para pengunjung,” tegas Dedi.

Pihak terkait terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah-langkah penanganan untuk mencegah meluasnya kebakaran di kawasan pegunungan Sembalun tersebut. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *