Kasus  

BNPT dan FKPT NTB Prihatin Kasus Meninggalnya Pelajar Mataram Korban Kekerasan

Sejumlah Tokoh Agama NTB Hadir Berdialog dengan BNPT dan FKPT NTB. (Foto: fkpt)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan prihatin atas kasus meninggalnya seorang pelajar Kota Mataram, akibat tindakan pembacokan yang menimpa korban, MG, Warga Kampung Melayu Ampenan yang dilakukan oleh sejumlah remaja.

‘’Kami sangat prihatin, dan kasus ini menjadi perhatian kita semua, bagaimana agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,’’ kata Reno Fitria Sari, Bagian Subdit Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Literasi Pencegahan BNPT saat mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama NTB di Gema Café Kota Mataram, 28 Oktober 2026.

Atas kasus tersebut, Reno selanjutnya mengajak kepada seluruh tokoh agama untuk mengambil peran aktif guna menanggulangi kejadi serupa. ‘’Kami datang ke NTB untuk menyerap aspirasi, apa yang harus dilakukan oleh kita. Salah satunya ingin membentuk Rumah Literasi bersama FKPT NTB bersama para tokoh di NTB,’’ ungkapnya.

Ketua FKPT NTB, DR H Ruslan Abdul Gani, SH, MH juga menyatakan kasus ini menjadi alarm keras bahwa kekerasan yang terjadi di kalangan remaja menjadi ancaman serius bagi kita. ‘’Kami sangat prihatin dan berduka. Seorang pelajar harus kehilangan masa depannya karena kekerasan. Ini bukan hanya soal kenakalan remaja, tapi soal darurat literasi damai,’’ katanya.

Salah satu penyebabnya, kata Ruslan, yang juga mantan Kepala Kesbangpol NTB adalah ruang digital yang tidak tersaring. ‘’Anak-anak dengan mudahnya meniru informasi atau adegan yang dilihat di HP,’’ ungkapnya.

Sejalan dengan itu. TGH Muharrar Iqbal, SHI, M.A, mendorong dari Kementerian Komdigi agar menyaring konten-konten yang berbau kekerasan. ‘’Konten kekerasan ini yang cenderung ditiru oleh remaja-remaja kita,’’ katanya.

Juga, Iqbal memberikan harapan kepada pelaku agar diberikan sanksi yang membuat mereka jera. Serta menyelidiki lebih jauh, siapa sebenarnya penyuplai dari senjata tajam yang dibawa anak-anak remaja itu.

Ketua MUI NTB, DR. H. Badrun, M.Pd atas kejadian kekerasan yang terjadi di daerah ini, tidak lepas dari beberapa hal, salah satunya adalah dijual bebasnya minum-minuman keras, termasuk adanya adanya sabung ayam yang bertebaran di sejumlah tempat.

Atas beberapa persoalan yang terjadi, pentingnya akan tugas keluarga. ‘’Insya Allah pada Jumat, 30 Oktober 2026 akan kami edarkan naskah khotbah Jumat untuk empat ribuan masjid se-NTB yang berisikan tentang menjaga keluarga kita, terutama bagaimana keluarga mendidik putra dan putrinya,’’katanya.

Kabid Pemuda dan Anak FKPT NTB, Prof DR H Abdul Wahid, M.Pd mengatakan ke depan diperlukan panduan sederhana atau buku saku, yang nantinya akan menjadi pedoman atau pemandu bagi guru-guru, keluarga atau majelis taklim dan lain-lain dalam mendidik anak-anak. ‘’Ini sangat penting, termasuk berkolaborasi dengan semua pihak dalan penanganan tindak kekerasan dan radikalisme,’’ katanya.

Dosen UIN Mataram yang juga pengurus NWDI, Prof. DR Abdul Fattah, M.Fil.I memberikan dukungannya terkait dengan berbagai hal yang menjadi penyebab terjadi tindakan kekerasan ditengah masyarakat agar secepatnya ditangani. Juga, peran tokoh agama, tokoh masyarakat agar tidak bosan-bosanya menyelipkan materi tentang hal mendidik anak yang baik.

Ketua FKUB NTB, TGH Buya Subki Sasaki memberikan pecerahan terkait dengan pentingnya harmoni perjumpaan antar komunitas yang ada. Jangan sampai warisan kebersamaan, menjaga keutuhan dalam bermasyarakat, serta saling menjaga antar sesama hilang di tengah-tengah masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tokoh agama dan masyarakat bersama BNPT dan FKPT sejumlah pengurus FKPT, diantaranya sekretaris FKPT NTB, Jauhari Muslim, S.Sos, Bidang Media, H. Rachman Hakim, SH dan Bidang IT, Rizal Paradeso dan sejumlah undangan lain, termasuk dari pengurus NW.(kim)