Kasus  

Salah Paham Berujung Pengeroyokan, Dua Remaja di Mataram Jadi Korban

UNGKAP KASUS : Polsek Mataram mengamankan lokasi dugaan pengeroyokan dua remaja di Kota Mataram. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Perselisihan yang diduga dipicu salah paham berujung aksi pengeroyokan terhadap dua remaja di Kota Mataram. Korbannya, KM dan RM, masing-masing berusia 19 tahun, warga Kelurahan Punia, Kota Mataram.

Ironisnya, para terduga pelaku disebut-sebut merupakan teman korban sendiri. Insiden tersebut diduga bermula dari kesalahpahaman di antara kelompok remaja tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), kelompok remaja yang diduga melakukan pengeroyokan awalnya mencari seorang remaja berinisial D. Namun, remaja yang dicari itu tidak ditemukan.

Situasi kemudian berujung keributan hingga dua remaja berinisial KM dan RM diduga menjadi korban pengeroyokan.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamid menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi, aksi pengeroyokan sudah berakhir. Para remaja yang diduga terlibat telah membubarkan diri, sementara dua korban masih berada di TKP.

“Ketika petugas tiba di lokasi, para remaja yang diduga terlibat sudah membubarkan diri. Namun, dua korban masih ditemukan berada di TKP,” kata Amrozi, Rabu 21/10.

Petugas kemudian mengarahkan kedua korban untuk membuat laporan resmi ke kepolisian agar peristiwa tersebut dapat ditangani lebih lanjut sesuai prosedur.

Menurutnya, laporan resmi dari korban diperlukan untuk mendukung proses penanganan kasus tersebut. Hingga kini, peristiwa itu diduga dipicu kesalahpahaman di antara para remaja yang saling mengenal.

Di sisi lain, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele perselisihan antarremaja. Kesalahpahaman yang tidak diselesaikan dengan baik berpotensi memicu keributan hingga berujung tindak kekerasan.

Amrozi juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika berada di luar rumah hingga larut malam.

“Kami mengimbau orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk keterlibatan dalam pergaulan negatif maupun keributan di jalan,” tegasnya.

Kepolisian berharap peran aktif keluarga dan masyarakat dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Orang tua diharapkan tidak hanya memastikan anak-anak pulang tepat waktu, tetapi juga mengetahui lingkungan pergaulan mereka. Dengan begitu, potensi konflik yang dapat berujung kekerasan bisa diantisipasi sejak dini. (can)