MGPA  

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu

MotoGP: Gelaran MotoGP Mandalika 2026. (susan/ntbnow.co)

LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)–Jumlah penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 menembus 157.875 orang. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sejak Indonesia kembali menjadi tuan rumah MotoGP pada 2022.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut, jumlah penonton tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah penonton tercatat sebanyak 140.324 orang.

Menurutnya, lonjakan jumlah penonton tersebut menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Indonesia. Tak hanya menghadirkan tontonan balap kelas dunia, MotoGP Mandalika juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Penyelenggaraan tahun ini finis terbaik. Penonton tembus 157 ribu, dan ini membuktikan bahwa event-event olahraga bisa menghasilkan keekonomian yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya,

Erick juga menyinggung manfaat penyelenggaraan MotoGP bagi masyarakat di sekitar kawasan Mandalika. Dia menyebut tingkat kemiskinan di wilayah tersebut turun hampir tiga persen. Namun, dia tidak merinci periode pengukuran maupun data yang menjadi dasar pernyataan tersebut.

Bagi pemerintah, peningkatan jumlah penonton dan perputaran ekonomi menjadi modal penting untuk memastikan ajang internasional tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah, bukan hanya selama balapan berlangsung.

Dorong Mandalika Jadi Kawasan Olahraga

Di luar capaian jumlah penonton, Erick mendorong pengembangan fasilitas olahraga di kawasan Mandalika. Dia meminta PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperluas fasilitas agar kawasan tersebut tidak hanya bergantung pada agenda balap motor internasional.

Menurutnya, Mandalika memiliki peluang dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus yang mengintegrasikan olahraga, pariwisata dan fasilitas pendukung lainnya.

“Namanya juga Kawasan Ekonomi Khusus Olahraga. Harus ada lapangan golf-nya, tambah hotel, jogging track, lapangan tenis, padel, sampai bonded zone buat mobil-mobil balap di sini,” tegasnya.

Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperpanjang aktivitas ekonomi di Mandalika, termasuk di luar jadwal MotoGP. Dengan begitu, kawasan tersebut berpeluang menarik lebih banyak kegiatan olahraga, wisatawan, dan investasi.

Erick menambahkan, hasil evaluasi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 akan dilaporkan kepada Presiden. Evaluasi itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan penyelenggaraan ajang serupa pada masa mendatang.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy Reza Warokka menyampaikan berdasarkan data penyelenggara hingga Minggu (11/10), jumlah penonton terus meningkat selama tiga hari pelaksanaan. Pada Jumat (9/10), tercatat 39.510 penonton. Jumlah tersebut naik menjadi 53.296 orang pada Sabtu (10/10).

Puncaknya terjadi pada Minggu (11/10), saat balapan utama digelar. Sebanyak 65.069 penonton memadati kawasan Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah. Dengan demikian, total penonton selama akhir pekan mencapai 157.875 orang. Jumlah tersebut melampaui capaian seluruh penyelenggaraan MotoGP Mandalika sebelumnya.

Pada 2022, jumlah penonton tercatat 102.801 orang. Angka itu relatif stabil pada 2023 dengan 102.929 penonton, kemudian meningkat menjadi 121.252 orang pada 2024 dan 140.324 orang pada 2025.

“Tren tersebut menunjukkan peningkatan jumlah penonton secara berkelanjutan dalam lima kali penyelenggaraan MotoGP Mandalika,” ungkapnya.

Dia optimistis, tingginya animo penonton akan berbanding lurus dengan dampak ekonomi yang dihasilkan. Dia meyakini target dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 sebesar Rp 5 triliun dapat tercapai. “Target Rp 5 triliun saya yakin tembus,” ucapnya.

Dengan jumlah penonton yang terus meningkat, tantangan berikutnya adalah memastikan dampak ekonomi MotoGP benar-benar dirasakan secara luas oleh masyarakat NTB, mulai dari pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, hingga usaha pariwisata lokal. (can)