MGPA  

Frekuensi MotoGP Mandalika Dipastikan Aman

MOTOGP: Menteri Menkomdigi Meutya Viada Hafid didampingi Direktur MGPA Ananda Mikola mengecek kesiapan frekuensi di Circuit Mandalika. (susan/ntbnow.co)

LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan kebutuhan frekuensi selama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika aman dan siap digunakan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan frekuensi selama balapan berlangsung. Hal itu dinilai penting karena frekuensi menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung kesuksesan MotoGP Mandalika.

“Frekuensi ini menjadi salah satu core utama dari keberhasilan MotoGP. Kami sudah periksa sesuai kebutuhan pihak Dorna dan semuanya sudah terpenuhi serta berjalan lancar,” kata Meutya saat mengecek kesiapan frekuensi di kawasan Mandalika, Kamis (8/10).

Menurutnya, kebutuhan frekuensi semakin besar karena jumlah penonton diperkirakan mencapai 160 ribu hingga 200 ribu orang selama penyelenggaraan MotoGP. Selain itu, ajang balap internasional tersebut juga akan disiarkan sedikitnya 100 stasiun televisi mancanegara.

“Yang kita periksa adalah bagaimana semua yang terjadi di sini dapat tersiarkan dengan baik di banyak tempat dan banyak negara. Konektivitas pengunjung juga tidak terganggu,” ujarnya.

Dia menegaskan, pengamanan frekuensi bukan hanya untuk kebutuhan penonton dan siaran. Komunikasi antara pebalap dengan tim juga menjadi perhatian utama. Sebab, komunikasi yang terganggu atau mengalami jeda dapat memengaruhi performa hingga keselamatan pebalap saat berada di lintasan.

“Yang paling utama adalah race-nya tidak terganggu. Ada 22 riders dan semuanya harus menggunakan frekuensi yang baik. Jadi, yang balapan bukan hanya motor, tetapi juga frekuensi,” tegasnya.

Meutya memastikan potensi tabrakan frekuensi maupun gangguan lainnya telah diantisipasi. Seluruh sistem penyiaran dan komunikasi juga telah dipersiapkan untuk mendukung gelaran MotoGP Mandalika.

“Bagaimana tidak ada tabrakan frekuensi, frekuensinya terlindungi dari potensi gangguan dan sebagainya. Itulah yang kita pastikan aman dan ready to go,” tuturnya.

Komdigi juga menyiapkan penguatan jaringan di sejumlah titik. Termasuk di Bandara Internasional Lombok (BIL), mengingat peningkatan arus penerbangan dan mobilitas penonton serta kru selama MotoGP.

“Kami ada empat mobile BTS tambahan. Operator seluler juga sudah kita panggil masing-masing untuk meningkatkan kapasitas mereka, khususnya selama event MotoGP berlangsung,” jelas Meutya.

Seluruh operator seluler juga diminta memastikan kapasitas jaringan tetap memadai. Langkah tersebut untuk menjaga komunikasi masyarakat tetap lancar, termasuk komunikasi penonton dengan keluarga selama berada di kawasan Mandalika.

“Jangan sampai timnya aman, tetapi yang nonton tidak aman untuk berkomunikasi dengan keluarga. Jadi keseluruhan kita perhatikan dan pastikan,” ujarnya.

Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengapresiasi dukungan Komdigi dalam memastikan kesiapan jaringan telekomunikasi. Menurutnya, frekuensi merupakan salah satu kebutuhan penting, bukan hanya bagi pebalap, tetapi juga penyelenggara dan penonton.

“Hari ini saya sangat senang sekali dengan kehadiran Ibu Menteri. Salah satu kunci pentingnya adalah frekuensi. Ini yang kita butuhkan, bukan hanya untuk pebalap, tetapi juga pelaksana dan penonton,” kata Fajar.

Dia berharap dukungan tersebut dapat memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pihak yang hadir menyaksikan MotoGP Mandalika.

“Yang kita harapkan tentunya experience yang bagus bagi seluruh penonton ataupun semua yang hadir di Mandalika yang indah ini,” pungkasnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *