MATARAM (NTBNOW.CO)—Persoalan transportasi penonton menjadi perhatian serius menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026. Tahun ini, layanan shuttle bus diperkuat dengan rute yang lebih terintegrasi dan operasional hingga malam.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Warokka mengatakan, panitia menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) NTB dan Perum DAMRI untuk memastikan konektivitas penonton dari berbagai titik menuju Mandalika International Circuit.
Tak hanya shuttle di dalam dan luar kawasan sirkuit, layanan juga disiapkan bagi penyandang disabilitas. Bahkan, penonton dari kawasan Gili Trawangan dan tiga gili lainnya mendapat layanan transportasi hingga malam.
“Kita memastikan isu mengenai konektivitas dan transportasi itu kita cover. Kita support. Menurut saya, ini salah satu contoh kesiapan panitia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penonton,” kata Troy, Senin 6/10.
Layanan transportasi tersebut dinilai penting karena jumlah penonton MotoGP 2026 diperkirakan meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kehadiran pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, serta deretan artis yang mengisi rangkaian acara menjadi salah satu faktor pendorong antusiasme penonton.
“Saya rasa lonjakan penonton akan terjadi tahun ini dibandingkan dua tahun lalu. Masa penonton untuk tinggal lebih lama di sirkuit juga akan semakin panjang. Itu yang harus didukung dari sisi transportasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar menjelaskan, terdapat sejumlah pembaruan sistem transportasi pada MotoGP tahun ini. Salah satunya integrasi shuttle bus luar kawasan dengan shuttle bus di dalam kawasan sirkuit.
Jika pada 2025 layanan shuttle luar hanya tersedia dari eks Bandara Selaparang dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), tahun ini titik layanan diperluas.
Shuttle luar disiapkan dari Bangsal, untuk melayani penonton dari kawasan tiga gili, serta Senggigi dan Lembar, termasuk kawasan Gili Mas. Layanan dari Bangsal bahkan dilengkapi penyeberangan malam untuk mengakomodasi penonton yang pulang setelah rangkaian kegiatan MotoGP.
“Tahun 2026 ini ada kebaruan. Salah satunya penambahan titik shuttle. Ada di Bangsal untuk melayani penumpang dari tiga gili, dan disiapkan penyeberangan malam untuk baliknya, yang selama ini belum ada,” jelas Ervan.
Total terdapat 42 unit shuttle bus luar yang akan mengantar penonton menuju area parkir timur dan barat sirkuit. Dari titik tersebut, penonton akan melanjutkan perjalanan menggunakan sekitar 114 unit shuttle bus dalam menuju kawasan sirkuit.
Integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan transportasi laut, udara, dan darat.
Yang paling penting, layanan kepulangan tidak berhenti ketika acara di sirkuit selesai. Dishub NTB menyiapkan skema shuttle “sapu bersih” untuk mengangkut penonton yang masih tertinggal di kawasan sirkuit.
“Shuttle luar melayani kepulangan sampai pukul 22.00. Berikutnya dilayani shuttle dalam yang akan membawa semua penumpang dan sapu bersih dibawa ke Mataram,” tegas Ervan.
Troy menambahkan, tidak boleh ada penonton yang terlantar karena tidak mendapatkan angkutan. Namun, penonton tetap diminta memperhatikan jadwal keberangkatan dan kepulangan yang telah ditentukan.
“Kalau ada penonton yang tersisa di sirkuit, tidak ada alasan tidak terangkut. Tetapi penonton juga harus memahami bahwa shuttle memiliki jam yang sudah ditentukan dan ada tenggang waktunya,” kata Troy.
Untuk memudahkan pengaturan, setiap penumpang shuttle juga akan mendapatkan gelang. Gelang tersebut menjadi tanda bahwa penonton merupakan pengguna layanan shuttle sekaligus memuat informasi jadwal keberangkatan dan kepulangan.
Menurut Ervan, skema baru tersebut merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan MotoGP sebelumnya. Pemerintah bersama panitia berupaya memperbaiki persoalan transportasi, terutama keluhan penonton terkait sulitnya mendapatkan angkutan saat malam hari.
“Layanan-layanan ini kami harapkan menjadi lebih baik. Dari sisi waktu, kita menjadi PIC di setiap kendaraan. Gelang juga menjadi pengingat jam berangkat dan jam kepulangan penumpang,” pungkasnya. (can)












