LOMBOK BARAT (NTBNOW.CO)–Pemerintah belum menyimpulkan penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 12/8 dini hari. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta semua pihak menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Dia mengatakan kapal tersebut dinyatakan laik melaut berdasarkan pemeriksaan terakhir pada Juli 2026. Karena itu, pemerintah tidak ingin terburu-buru menyebut sumber api berasal dari kapal maupun kendaraan yang diangkut.
“Masing-masing itu kan ada penyebabnya. Kalau yang ini kita harus lihat lagi dari pihak KNKT tentunya akan menyampaikan sebab dan musababnya,” kata Dudy usai mengunjungi korban kecelakaan KMP Putri Yasmin.
Dia mengungkapkan, informasi mengenai adanya kendaraan listrik di dalam kapal juga belum dapat dipastikan berkaitan dengan kebakaran. Dugaan tersebut, kata Dudy, harus dibuktikan melalui investigasi.
“Kami belum bisa memastikan. Jadi mohon teman-teman untuk tidak terburu-buru dulu,” ujarnya.
Menurutnya, investigasi diperlukan untuk mengetahui secara utuh titik awal kebakaran dan faktor yang menyebabkan api membesar hingga kapal harus dievakuasi. KNKT telah tiba di lokasi dan masih menunggu akses menuju kapal untuk melakukan pemeriksaan.
“Kami memberikan kesempatan kepada KNKT untuk menyelidiki sebab-musabab kejadian ini. Dari situ kemudian kita bisa melihat apa yang harus kita perbaiki atau apa yang harus kita antisipasi ke depannya,” tuturnya.
Investigasi, kata dia, harus mencakup seluruh kemungkinan, termasuk kondisi kapal, proses pengangkutan kendaraan maupun faktor lain yang dapat memicu kebakaran.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan sekitar dua jam setelah kejadian, enam kapal telah berada di sekitar lokasi untuk membantu evakuasi.
“Jam 04.20 kejadian, dua jam kemudian itu enam kapal sudah berada di sekitar situ melakukan evakuasi. Kecepatan itulah yang menyebabkan semua bisa dievakuasi sebelum terlanjur hanyut,” kata Iqbal.
Menurutnya, kecepatan respons menjadi faktor penting karena kapal yang terbakar kemudian hanyut ke arah Samudra Hindia. “Sekarang ini posisi kapal kan hanyut ke arah Samudra Hindia. Jadi ini karena kecepatan teman-teman. Kita perlu memberikan apresiasi ke tim SAR, di semua unsur yang terlibat dalam upaya SAR ini,” ujarnya.
Pemerintah mencatat satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sejumlah korban lainnya mengalami luka dan menjalani perawatan di rumah sakit. Dudy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Kami dari pemerintah menyampaikan keprihatinan atas terjadinya kecelakaan KMP Putri Yasmin. Kami juga menyampaikan turut berduka cita atas adanya korban yang meninggal,” imbuhnya. (can)












