Kasus  

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Satu Penumpang Meninggal

EVAKUASI : Proses Evakuasi korban KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok Rabu dini hari. (ist)

LOMBOK BARAT (NTBNOW.CO)–Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin terbakar di Perairan Selat Lombok, Rabu, 12/8 dini hari. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Tiga korban tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, sekitar pukul 10.57 WITA setelah dievakuasi menggunakan kapal Tim SAR gabungan.

Dua korban selamat, masing-masing laki-laki dan perempuan, langsung dibawa ke ruang kesehatan Terminal Penumpang Pelabuhan Lembar untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan korban yang meninggal dunia dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Provinsi NTB di Kota Mataram.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal, mengatakan hingga saat ini baru tiga korban yang berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Lembar.

“Untuk sementara masih satu orang meninggal atas nama Indah Dwi Septiani (19), Dua orang korban selamat sekarang ini ada di ruang kesehatan terminal penumpang,” kata Syamsurizal di Pelabuhan Lembar hari ini.

Namun ia belum dapat memastikan jumlah keseluruhan penumpang yang berada di dalam KMP Putri Yasmin ketika kapal terbakar. Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah kapal yang melintas di jalur Lembar-Padangbai. “Yang meninggal dibawa ke RSUD NTB,” ujarnya.

Identitas ketiga korban yang telah dievakuasi juga belum disampaikan. Petugas masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap para korban yang berhasil ditemukan.

KMP Putri Yasmin terbakar sekitar pukul 04.15 WITA ketika kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai keadaan darurat tersebut sekitar pukul 05.39 WITA. Tim SAR kemudian mengerahkan sejumlah armada untuk menuju lokasi dan membantu proses evakuasi.

Kepala Kantor SAR Mataram mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB). Tim SAR juga meminta bantuan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan mengevakuasi penumpang.

Operasi diperluas setelah Kantor SAR Mataram berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar. KN SAR Arjuna dikerahkan untuk membantu pencarian. Sebuah helikopter dari SGi Air Bali juga digunakan untuk melakukan pemantauan dari udara.

Hingga Rabu siang, proses evakuasi dan pencarian korban masih dilakukan. Petugas belum merinci jumlah penumpang yang berada di dalam kapal maupun kemungkinan jumlah korban lainnya.

Peristiwa ini terjadi di jalur penyeberangan yang menghubungkan Bali dan Lombok. Penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin juga belum diketahui dan masih menunggu hasil penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *