MotoGP Mandalika, Balita dan Puntung Rokok Jadi Perhatian

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid. (Foto: susan/ntbnow.co)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Penonton MotoGP Mandalika 2026 diminta tidak menganggap sepele aturan selama berada di kawasan Sirkuit Mandalika. Selain diminta tidak membawa balita ke area event, penonton juga dilarang membuang sampah maupun puntung rokok sembarangan.

Imbauan tersebut disampaikan Polda NTB menjelang puncak pelaksanaan MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Sebanyak 2.678 personel gabungan TNI-Polri dan stakeholder disiapkan untuk mengamankan seluruh rangkaian event internasional tersebut.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengatakan, pengamanan tidak hanya difokuskan di dalam kawasan sirkuit. Personel juga ditempatkan di jalur lalu lintas, pelabuhan, bandara, titik parkir hingga jalur keluar-masuk penonton.

“Puncaknya adalah tanggal 10-11 pada saat event MotoGP. Kita memastikan seluruh personel yang mendapatkan sprint pelaksanaan pengamanan mengerti tugas dan tanggung jawabnya,” kata Kholid, Jumaat 2/10.

Dia menyebutkan, salah satu perhatian Polda NTB adalah keselamatan anak. Penonton diminta tidak membawa anak berusia di bawah lima tahun ke lokasi event. Keramaian penonton serta suara keras kendaraan balap menjadi pertimbangan utama.

“Kami mengimbau penonton tidak membawa anak di bawah usia 5 tahun ke lokasi event. Kondisi keramaian dan suara kendaraan balap perlu menjadi perhatian orang tua,” tuturnya.

Tak hanya soal keselamatan anak, kebersihan kawasan sirkuit juga menjadi perhatian. Penonton diminta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Termasuk puntung rokok.

Puntung rokok yang dibuang sembarangan dinilai berpotensi memicu kebakaran. Terlebih pelaksanaan MotoGP tahun ini berlangsung di tengah musim kemarau.

“Kami juga mengimbau penonton tidak membuang sampah sembarangan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Buang sampah dan puntung rokok pada tempat yang sudah disediakan,” ujarnya.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian dalam pengamanan MotoGP. Personel dan peralatan pemadam kebakaran disiapkan di sejumlah titik, termasuk kawasan perbukitan di sekitar sirkuit.

“Kita memastikan juga karena di MotoGP ini jangan sampai ada karhutla. Sekarang musim kemarau, kita pastikan tidak ada karhutla yang bisa mengganggu pelaksanaan race MotoGP ini,” jelas Kholid.

Selain pengamanan di lokasi event, Polda NTB menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama ketika ribuan penonton meninggalkan kawasan sirkuit secara bersamaan.

“Kita memastikan nanti di jalan tidak ada kemacetan, pengunjung bisa nyaman memasuki lokasi dan saat bubaran. Rekayasa lalu lintas juga disiapkan apabila terjadi kemacetan akibat bubaran MotoGP,” katanya.

Sebanyak 2.678 personel gabungan TNI-Polri dan stakeholder akan dilibatkan dalam Operasi Mandalika Rinjani 2026. Gelar pasukan dijadwalkan berlangsung 5 Oktober sebagai tanda dimulainya operasi pengamanan MotoGP Mandalika.

Polda NTB meminta seluruh penonton mematuhi arahan petugas agar pelaksanaan MotoGP berlangsung aman, tertib, nyaman, sekaligus tidak menimbulkan persoalan baru seperti sampah dan kebakaran di sekitar kawasan sirkuit. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *