Irfan Bakhtiar Raih Gelar MBE dari Raja Charles III, Dedikasi Dua Dekade untuk Kehutanan Berkelanjutan

Tokoh kehutanan dan keberlanjutan Indonesia, Irfan Bakhtiar. (ist)

JAKARTA (NTBNOW.CO)— Tokoh kehutanan dan keberlanjutan Indonesia, Irfan Bakhtiar, dianugerahi gelar Member of the Order of the British Empire (MBE) oleh Raja Charles III. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan Inggris dan Indonesia, khususnya di bidang tata kelola kehutanan, perdagangan berkelanjutan, konservasi, dan keberlanjutan lingkungan.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan apresiasi atas kiprah Irfan yang dinilai berperan penting dalam memperkuat kemitraan kedua negara.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Irfan Bakhtiar atas penganugerahan gelar MBE ini. Anugerah ini sangat layak diterima dan Bapak Irfan merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kemitraan Inggris-Indonesia di bidang kehutanan, keberlanjutan, dan konservasi,” kata Dominic Jermey dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Menurut Jermey, berbagai kontribusi Irfan telah membantu memperkuat tata kelola, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan manfaat jangka panjang bagi hutan, keanekaragaman hayati, dan masyarakat lokal.

Dua Dekade Perkuat Tata Kelola Kehutanan

Selama lebih dari dua dekade, Irfan Bakhtiar menjadi salah satu tokoh penting dalam kerja sama Inggris-Indonesia di bidang kehutanan, pembangunan berkelanjutan, dan konservasi.

Sebagai pakar kehutanan dan keberlanjutan, Irfan berkontribusi dalam mendorong reformasi tata kelola kehutanan sekaligus membangun kemitraan konservasi yang mendapat pengakuan internasional.

Salah satu kontribusi pentingnya adalah dalam pengembangan dan penguatan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+). Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan hasil hutan Indonesia serta mendukung akses produk kayu Indonesia ke pasar internasional, termasuk Inggris dan Uni Eropa.

Irfan juga terlibat dalam berbagai program konservasi, salah satunya Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh.

Berkiprah di Multi-Stakeholder Forestry Programme

Karier Irfan juga tidak terlepas dari keterlibatannya dalam Multi-Stakeholder Forestry Programme (MFP), sebuah program yang didukung Pemerintah Inggris.

Ia menjalankan berbagai peran kepemimpinan dalam MFP Fase 1, Fase 2, dan Fase 4. Saat ini, Irfan dipercaya sebagai Co-Director MFP Fase 5.

Melalui program tersebut, Irfan turut berkontribusi dalam mendorong reformasi tata kelola kehutanan Indonesia serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat lokal.

Irfan: Penghargaan untuk Kerja Bersama

Irfan Bakhtiar menyatakan merasa terhormat menerima penghargaan dari Raja Charles III dan Pemerintah Inggris.

“Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini. Bagi saya, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan yang sangat berarti dari Raja Charles III dan Pemerintah Inggris atas upaya bersama yang telah saya lakukan bersama rekan-rekan, para mitra, serta para pemangku kepentingan di Pemerintah Indonesia,” ujar Irfan.

Ia menegaskan, berbagai pencapaian yang diraih selama ini merupakan hasil kerja bersama banyak pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, hingga masyarakat lokal di Indonesia dan Inggris.

“Saya menerima penghargaan ini atas nama semua pihak yang telah bekerja tanpa lelah untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Inggris, serta memastikan bahwa hutan dan sumber daya alam terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Dorong Konservasi dan Rantai Pasok Berkelanjutan

Selain tata kelola kehutanan, Irfan juga aktif dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan bentang alam berkelanjutan.

Saat menjabat sebagai Direktur Transformasi Pasar WWF Indonesia, ia turut mendukung berbagai inisiatif untuk mendorong produksi komoditas berkelanjutan dan rantai pasok yang bertanggung jawab.

Salah satunya melalui Proyek Konservasi Gajah Peusangan (PECI) yang mendapat dukungan Pemerintah Inggris. Program tersebut mempertemukan pemerintah, sektor swasta, masyarakat lokal, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional untuk melindungi gajah Sumatra yang terancam punah.

Program itu sekaligus diarahkan untuk mendukung penghidupan masyarakat dan memperkuat pengelolaan bentang alam secara berkelanjutan.

Terlibat dalam Pembiayaan Taman Nasional

Hingga kini, Irfan masih aktif sebagai anggota Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional. Dalam posisi tersebut, ia berkontribusi dalam pengembangan kebijakan yang mendorong pembiayaan berkelanjutan bagi taman nasional di Indonesia.

Irfan juga pernah dipercaya sebagai Team Leader Strengthening Palm Oil Sustainability in Indonesia (SPOS Indonesia), program yang didukung Pemerintah Inggris.

Dalam program tersebut, ia bekerja sama dengan pemerintah, pelaku industri, organisasi masyarakat sipil, serta petani swadaya untuk memperkuat tata kelola keberlanjutan sektor kelapa sawit Indonesia.

Kontribusinya turut mendukung penguatan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan mendorong solusi untuk persoalan budidaya kelapa sawit tidak berizin di kawasan hutan.

Bersama Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Irfan juga membantu mengembangkan dan menerapkan Strategi Jangka Benah, sebuah pendekatan rehabilitasi hutan jangka panjang untuk memulihkan fungsi hutan.

Penganugerahan gelar MBE oleh Raja Charles III menjadi pengakuan atas perjalanan panjang Irfan Bakhtiar dalam memperkuat kerja sama Inggris-Indonesia, sekaligus mendorong tata kelola kehutanan, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *