LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)–Penyebab kebakaran yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, masih misteri. Polisi turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap sumber api yang menghanguskan sejumlah bangunan warga.
Tim gabungan dari Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Tengah diterjunkan ke lokasi, Minggu (23/6) . Mereka melakukan pemeriksaan di sejumlah titik yang terdampak kebakaran, mengambil dokumentasi serta meminta keterangan dari warga dan korban.
Garis polisi juga telah dipasang di beberapa bagian lokasi kejadian. Sejumlah pejabat daerah turut meninjau kondisi Kampung Adat Sade, di antaranya Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati HM Nursiah.
Kapolresta Lombok Tengah Kombes Hariyanto mengatakan, penyelidikan dilakukan secara gabungan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis sebelum menyimpulkan penyebab kebakaran.
“Iya ini tim gabungan dari Polda dan Polres. Kemudian rencana kita minta backup dari Bali,” kata Hariyanto saat meninjau lokasi kejadian.
Dia menegaskan, polisi belum bisa memastikan sumber maupun pemicu kebakaran. Kesimpulan terkait penyebab kebakaran akan disampaikan setelah proses identifikasi selesai. “Belum, kan kita masih identifikasi dulu. Nanti tunggu dari hasil ini,” tegasnya.
Dia mengaku, untuk menjaga situasi kondisi aman, sekitar 100 personel gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah telah disiagakan sejak malam hingga hari ini. Mereka bertugas melakukan pengamanan lokasi sekaligus membantu proses evakuasi dan penanganan warga terdampak.
“Untuk semuanya kurang lebih ada satu kompi, 100 orang, itu gabungan TNI Polri dan dari Pemda, ” pungkasnya.
Sebelumnya, Kebakaran melanda kawasan Desa Adat Sad9e pada Sabtu (22/8) malam. Api mulai membakar kawasan permukiman sekitar pukul 20.00 Wita.
Desa Adat Sade merupakan salah satu kawasan permukiman tradisional Suku Sasak yang menjadi daya tarik wisata di Lombok. Bangunan tradisional di kawasan tersebut mayoritas menggunakan material yang mudah terbakar, seperti kayu, bambu, bedek, serta alang-alang.
Kondisi tersebut membuat api dengan cepat membakar sejumlah bangunan di kawasan desa adat. Kebakaran tidak hanya menjadi musibah bagi warga, tetapi juga mengancam salah satu ikon wisata budaya Lombok. (can)


