MATARAM (NTBNOW.CO)—Penguatan kapasitas dan profesionalisme wartawan menjadi perhatian Pengurus Wilayah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut resmi dibuka di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 120 wartawan dari 10 kabupaten/kota se-NTB mengikuti OKK. Jumlah itu merupakan hasil seleksi dari hampir 200 pendaftar karena panitia menyesuaikan peserta dengan kapasitas kegiatan.
Selain OKK, PWI NTB juga menggelar UKW pada 11–12 September 2026. Sebanyak 54 wartawan mengikuti uji kompetensi tersebut dengan rincian 18 peserta jenjang Muda, 24 Madya, dan 12 Utama.
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, mengatakan pelaksanaan UKW menjadi bagian dari upaya organisasi memastikan wartawan memahami standar profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurut dia, kompetensi wartawan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan berita, tetapi juga pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Undang-Undang Pers, serta sikap dan perilaku ketika menjalankan tugas di lapangan.
“Ini merupakan ujian pemetaan untuk mengukur sejauh mana pemahaman kita terhadap Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, dan perilaku di lapangan,” ujar Ikliluddin.
PWI Pusat Tekankan Fondasi Keorganisasian
Wakil Ketua Bidang OKK PWI Pusat, Joko Tetuko, menyebut pelaksanaan OKK merupakan bagian penting dalam memperkuat pemahaman anggota terhadap organisasi dan profesi kewartawanan.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan amanat PD/PRT hasil Kongres PWI serta Peraturan Organisasi (PO) terbaru.
Dalam OKK, peserta mendapatkan 13 materi dasar yang berkaitan dengan keorganisasian dan kewartawanan. Materi tersebut antara lain UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, hingga Sistem Peradilan Pidana Anak.
Joko menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme wartawan NTB untuk meningkatkan kapasitas diri.
“OKK ini adalah penguatan organisasi sekaligus fondasi bagi anggota. Tempat acara di Bank NTB Syariah ini sangat representatif dan pelaksanaan di NTB ini menjadi salah satu yang terbesar serta terbaik,” katanya.
Menurutnya, wartawan yang memiliki kompetensi dan integritas akan mampu menjalankan fungsi pers secara lebih optimal, termasuk menjadi penghubung informasi yang kredibel antara pemerintah dan masyarakat.
Pemprov NTB Dorong Pers Berbasis Fakta
Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, secara resmi membuka rangkaian OKK dan UKW tersebut.
Dalam sambutan yang menyampaikan pesan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ahsanul Khalik menegaskan bahwa profesi wartawan memiliki tanggung jawab besar terhadap informasi yang dikonsumsi masyarakat.
Ia mengingatkan agar wartawan tidak menjadikan kecepatan sebagai satu-satunya ukuran dalam menghasilkan berita. Verifikasi dan tanggung jawab terhadap fakta harus tetap menjadi pijakan.
“Menjadi wartawan bukan hanya soal kecepatan menulis, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, prinsip tabayyun atau verifikasi dinilai semakin penting untuk mencegah asumsi berkembang menjadi informasi yang keliru.
“Di era digital, prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi sangat krusial agar asumsi tidak mengalahkan fakta,” lanjut Ahsanul Khalik.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi NTB tetap membuka ruang bagi kritik media. Namun, kritik tersebut diharapkan dibangun berdasarkan data dan diarahkan untuk mendorong perbaikan pelayanan publik.
“Kritik yang jujur adalah cermin. Pemerintah membutuhkan cermin itu untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Pemprov NTB dan pers adalah dua pilar yang harus bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
PWI NTB Sampaikan Kepedulian
Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin mengajak peserta dan seluruh undangan mendoakan seorang jurnalis yang sempat dinyatakan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Ia berharap jurnalis tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Kegiatan OKK dan UKW PWI NTB 2026 mengangkat tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen Terhadap Etika Jurnalistik Melalui Penguatan Organisasi PWI.”
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, DPRD NTB, Pertamina, serta sejumlah pihak lainnya. (red)












