MATARAM (NTBNOW.CO)— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sejarah baru dengan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri.
Pelaksanaan UKW mandiri tersebut mendapat apresiasi dari PWI Pusat. Wakil Ketua Umum PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko, menyebut pelaksanaan UKW PWI NTB sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan UKW mandiri PWI.
Joko Tetuko menyampaikan apresiasi tersebut saat menutup rangkaian kegiatan OKK dan UKW PWI NTB. Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi NTB untuk terus memperkuat dukungan dan sinergi dengan PWI, khususnya dalam menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.
“Ini adalah pelaksanaan UKW mandiri terbesar sepanjang sejarah. Kami memohon agar Pemerintah Provinsi NTB dapat terus membantu dan mendukung PWI NTB, terutama dalam persiapan menuju Porwanas di Lampung tahun 2027,” ujar Joko.
Dalam kesempatan tersebut, Joko Tetuko juga mengumumkan hasil akhir UKW PWI NTB.
Dari keseluruhan peserta yang mengikuti UKW, sebanyak 54 peserta mengikuti uji kompetensi yang terbagi dalam tiga jenjang dan dua cluster, yakni 3 kelas level muda, 4 kelas level madya, serta 2 cluster UKW wartawan utama. Hasil akhirnya, 52 peserta dinyatakan kompeten, sementara 2 peserta dinyatakan belum kompeten.
Hasil tersebut menjadi capaian penting bagi PWI NTB dalam mendorong peningkatan profesionalisme, kompetensi, dan kualitas wartawan di Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, peserta OKK yang mengikuti kegiatan mencapai sekitar 120 wartawan. OKK menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota sekaligus menjadi salah satu persyaratan dalam keorganisasian PWI dan keikutsertaan pada Porwanas.
Momentum Kebangkitan PWI NTB
Sekretaris PWI NTB, Fachrul Mustofa, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya OKK dan UKW mandiri tersebut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kekompakan pengurus PWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Alhamdulillah, semua badai terlampaui dan kita bisa gelar hari ini,” kata Fachrul.
Ia menjelaskan, pada awalnya PWI NTB hanya menargetkan pelaksanaan UKW mandiri dalam dua kelas. Namun, tingginya animo wartawan untuk mengikuti uji kompetensi membuat jumlah peserta meningkat secara signifikan.
Pelaksanaan UKW mandiri ini juga menjadi momentum penting bagi PWI NTB setelah melewati berbagai dinamika organisasi dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir.
PWI NTB turut menyampaikan apresiasi kepada PWI Pusat yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, baik sebagai narasumber maupun penguji, di antaranya Djoko, Parasakti, dan Edu.
Sekda NTB: Etika Jurnalistik adalah Rem
Hadir dalam penutupan kegiatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, memberikan apresiasi terhadap langkah PWI NTB menyelenggarakan OKK dan UKW secara mandiri.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan penggunaan artificial intelligence (AI) membuat tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks. Masyarakat kini semakin mudah memproduksi dan menyebarkan informasi melalui berbagai platform digital.
Karena itu, wartawan dituntut tidak sekadar cepat dalam memperoleh dan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memastikan fakta, memahami konteks, serta menjaga etika jurnalistik.
“Wartawan yang baik itu tidak hanya cepat mendapat berita, tapi juga harus mendapatkan fakta, tepat memahami konteks, dan bijak menyampaikan kepada publik,” tegas Abul Chair.
Ia mengibaratkan wartawan seperti pengemudi di jalan raya informasi. Kecepatan dalam bekerja harus tetap dibarengi kemampuan mengendalikan diri agar tidak terjebak pada fenomena mengejar viralitas semata.
“Kalau hanya punya gas tapi tidak punya rem, tentu masalah juga. Maka etika jurnalistik itulah remnya,” lanjutnya.
Menurut Abul Chair, peningkatan kompetensi wartawan melalui UKW sangat penting untuk memastikan pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, independen, kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab.
Dorong Sinergi PWI dan Pemprov NTB
Melalui pelaksanaan OKK dan UKW mandiri tersebut, PWI NTB diharapkan semakin mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia pers di daerah.
Sinergi antara PWI NTB dan Pemerintah Provinsi NTB juga dinilai penting, terutama dalam menghadapi agenda besar Porwanas 2027 di Lampung.
Apresiasi PWI Pusat dan dukungan Pemprov NTB menjadi modal penting bagi PWI NTB untuk terus meningkatkan kualitas wartawan sekaligus memperkuat organisasi pers di Nusa Tenggara Barat.
Dengan 52 wartawan dinyatakan kompeten dari 54 peserta UKW, pelaksanaan UKW mandiri PWI NTB menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya membangun pers daerah yang semakin profesional dan berintegritas. (red)












