MATARAM (NTBNOW.CO) — Aparat kepolisian dari Polresta Mataram masih terus mendalami kasus meninggalnya Nadya Dwi Ramadhani (21), mahasiswi Universitas Mataram yang ditemukan tewas di kamar kosnya di wilayah Gomong, Kota Mataram.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, I Made Dharma Yulia Putra mengatakan, pihaknya kini fokus menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
“CCTV masih kita gali dan kumpulkan,” ujar Dharma saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (19/5).
Selain mengumpulkan rekaman CCTV, penyidik juga telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Sedikitnya empat orang teman korban yang berada di sekitar lingkungan kos diperiksa guna membantu proses penyelidikan. “Kita lagi proses pemanggilan tambahan terhadap saksi, ada empat orang yang kita panggil hari ini,” katanya.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan adanya indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat disimpulkan secara final.
“Sudah ada yang mengarah, tapi intinya masih memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui proses penyelidikan secara menyeluruh,” jelas Dharma.
Terkait adanya alat berupa cangkrong atau benda tertentu yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut, polisi juga masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan keterkaitannya dengan kematian korban.
“Itu juga masih kita cek, apakah digunakan atau tidak. Tim saat ini masih berangkat ke Jakarta, intinya masih pendalaman,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Rumah Sakit Bhayangkara Mataram telah menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga melalui Polsek Selaparang pada Selasa (19/5). Prosesi penyerahan berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara dan diterima langsung oleh ayah kandung korban sebelum dibawa pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.
Sebelumnya, Nadya ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Gomong, Kota Mataram, pada Minggu (17/5) sekitar pukul 21.30 Wita. Setelah menerima laporan warga, jajaran Polsek Selaparang bersama tim identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal di tempat kejadian perkara. (can)












