MATARAM (NTBNOW.CO)– Dampak gelaran MotoGP Mandalika 2026 tak hanya terlihat dari ramainya penonton di sirkuit. Sektor perhotelan juga merasakan lonjakan bisnis. Okupansi akomodasi secara keseluruhan meningkat 23 persen, sementara tingkat hunian selama periode MotoGP naik 16 persen dibandingkan Oktober 2025.
General Manager Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort Budi Wahjono mengatakan, penyelenggaraan MotoGP tahun ini membawa dampak positif bagi industri perhotelan. Salah satu indikatornya, permintaan lama menginap dari pihak penyelenggara MotoGP, Dorna Sports, meningkat signifikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya tamu umumnya menginap selama tiga malam, tahun ini Dorna meminta fasilitas akomodasi untuk enam malam.
“Tahun-tahun sebelumnya mungkin para tamu itu cuma tiga malam. Tahun ini, bahkan tamu dari Dorna sendiri meminta enam malam. Bukan kita yang minta, mereka yang bilang perlu enam malam,” ungkap Budi, Selasa 27/10.
Menurutnya, tambahan durasi menginap tersebut berkaitan dengan jadwal kegiatan sebelum dan sesudah balapan. Jeda menuju seri balap berikutnya juga memberikan waktu lebih panjang bagi tim untuk berada di Lombok.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi industri akomodasi. Dampak MotoGP tidak hanya dirasakan selama akhir pekan balapan, tetapi juga melalui bertambahnya malam menginap dan aktivitas tamu di kawasan Mandalika.
Budi menjelaskan, berdasarkan pengalamannya mengikuti penyelenggaraan MotoGP Mandalika sejak 2023, perkembangan sektor akomodasi terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun.
“Kalau secara MotoGP, okupansi pasti 100 persen terus. Namun, kalau dibandingkan Oktober 2025 dengan Oktober 2026, kenaikan okupansi bisa 16 persen. Secara keseluruhan, okupansi kita meningkat 23 persen,” jelasnya.
Selain meningkatkan tingkat hunian, MotoGP juga mendorong penyerapan tenaga kerja tambahan. Industri perhotelan membutuhkan sekitar 250 tenaga kerja selama penyelenggaraan ajang balap internasional tersebut.
Tenaga tambahan itu direkrut dari berbagai lembaga pendidikan perhotelan, mulai dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STIP), Politeknik Pariwisata (Poltekpar), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK).
Budi menilai, ketersediaan tenaga kerja terampil dari lembaga pendidikan pariwisata di Lombok menjadi modal penting untuk memenuhi kebutuhan industri ketika berlangsungnya event berskala internasional.
Co-Founder GOERS Niki Tsuraya Yaumi menyebut jumlah audiens selama akhir pekan balapan mencapai lebih dari 157 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 8 persen merupakan penonton asing. Sementara itu, dari 92 persen penonton domestik, sebanyak 73 persen berasal dari NTB.
“Dari total penonton, 8 persen merupakan wisatawan asing. Kemudian, dari 92 persen masyarakat Indonesia yang hadir, 73 persennya adalah masyarakat NTB,” kata Niki.
Menurutnya, penjualan tiket juga mengalami peningkatan signifikan dalam tiga pekan terakhir menjelang balapan. Hal tersebut didukung promosi dan pemberitaan media, serta kerja sama dengan lebih dari 20 mitra penjualan, termasuk agen perjalanan dan platform pemesanan daring dari dalam maupun luar negeri.
Kepuasan penonton juga tercermin dari nilai kepuasan pelanggan yang mencapai 4,6. Angka tersebut menjadi salah satu indikator positif terhadap pengalaman penonton selama mengikuti rangkaian MotoGP Mandalika 2026.
Sementara itu, Vice President Operations MGPA Agung Harjanto mengatakan, kelancaran balapan didukung kesiapan sirkuit dan sumber daya manusia lokal. Dorna turut memberikan apresiasi terhadap keandalan sirkuit serta kinerja marshal yang seluruhnya berasal dari NTB.
Tahun ini, terdapat tambahan 20 marshal perempuan yang ikut terlibat dalam penyelenggaraan balapan.
“Dari pihak Dorna mengapresiasi keandalan sirkuit dan kesiapan sirkuit. Yang perlu kita banggakan, keandalan marshal kita yang 100 persen orang NTB juga semakin diapresiasi oleh Dorna,” ujarnya.
General Manager The Mandalika Pari Wijaya menambahkan, konsistensi penyelenggaraan MotoGP dan ajang internasional lainnya ikut memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi pariwisata sekaligus kawasan investasi.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur, mulai dari bandara internasional, pelabuhan, jalan bypass hingga jaringan air bersih, menjadi faktor pendukung meningkatnya minat investor.
“Dalam tiga tahun terakhir, hampir setiap hari kami kedatangan investor yang datang langsung untuk melihat potensi Mandalika,” katanya.
Kepala Dinas Kominfotik Lombok Tengah H Lalu Herdan menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar MotoGP memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Ia juga berharap fasilitas yang tersedia di Mandalika dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan event internasional lain di masa mendatang.
“Penyelenggaraan ini mudah-mudahan terus berlanjut, bukan hanya 10 tahun, tetapi seterusnya. Fasilitas yang ada juga masih bisa diberdayakan untuk event-event lain, seperti Formula dan sebagainya,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Kabid Kabid informasi komunikasi publik dinas kominfotik NTB Safrudin. Menurut dia, sinergi pemerintah, pengelola kawasan, penyelenggara, dan media perlu terus diperkuat, bukan hanya untuk MotoGP, melainkan juga untuk mempromosikan potensi pariwisata dan investasi di Mandalika. (can)












