MATARAM (NTBNOW.CO)–Ketua Umum Dewan pimpinan pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melantik pengurus DPW dan DPD PAN se Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Jumaat 17/4.
Dia menyatakan, saat ini fokus utama PAN adalah mengentaskan kemiskinan di Indonesia yang saat ini masih di angka 30 persen bukan lagi pencapaian kursi demi fokus pada kemakmuran petani dan nelayan.

“PAN sekarang fokus agar pangan cukup, petani kita sejahtera, nilai tukar nelayan naik, agar 30 persan rakyat miskin, petani, nelayan dan peternak ini juga selesai itu dulu kita urus, pemilu masih lama, jadi tidak ke situ dulu,” katanya.
Dia menyebutkan, kebijakan pemerintahan Prabowo yakni suasambada pangan. Dan stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman meski di tengah gejolak politik dunia.
“Kita bersyukur, kita sudah suasambada pangan, tidak usah khawatir kalaupun ada global yang tidak baik-baik saja, tapi kita pangan aman, stok beras mencapai 4,7 juta ton, telur, ikan, sayur banyak, cukup untuk makan, insyaallah cukup sampai tahun depan,” ungkapnnya.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia ini mengaku, PAN terus mendorong pemerataan kekuatan ekonomi hingga ke tingkat desa melalui pembentukan unit-unit usaha strategis bagi masyarakat bawah.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengaku akan membentuk Koperasi Desa (Kopdes) dan bakal merekrut puluhan ribu manajer profesional untuk mengelola potensi desa dan wilayah pesisir agar ekonomi tidak hanya berputar di satu tempat melainkan tumbuh merata di setiap sudut daerah termasuk di NTB.
“Kopdes sudah kita akan bangun Juli ini, insyaallah 30 ribu kampung nelayan, 5000 ribu akan selesai, saya sudah umumkan untuk di rekrut 30 ribu manager koperasi, 5,4 ribu lebih manager kampung nelayan, agar setiap desa itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang baru,” jelasnya.
Dia meminta, kader PAN untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat terkiat program pemerintah Prabowo Subianto. Mulai dari koperasi desa, soal ketahanan panahan, hilirisasi, dan program lainnya.
“Saya minta teman-teman PAN menjelaskan kepada masyarakat yang bilang Indonesia gelap, Tidak ada itu,” tegasnya.
Dia menegaskan, dari data-data Badan Pusat Statistik RI menyebutkan data-data menunjukkan pertumbuhan ekonomi tubuh bagus 5 persen lebih, daya beli masyarakat tetap bagus, inflasi di bawah 3 persen, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit dibawah 3 persen.
“Jadi angka-angka itu menunjukkan ekonomi kita kuat, tetapi kita tetap harus waspada, kita harus tetap merasa dalam krisis, kita siap-siap, maka dari itu saya mengajak teman-teman untuk mengajak teman-teman lainnya bersatu,” pungkasnya. (can)












