Jelang Maulid Nabi NTB Tambah Pasokan LPG 

Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin. (Foto: susan/ntbnow.co)

MATARAM (NTBNOW.CO)– Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta penambahan pasokan LPG untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026. Penambahan stok itu mulai dilakukan setelah pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas.

Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin mengatakan permintaan LPG biasanya meningkat pada momentum tertentu, termasuk menjelang perayaan Maulid Nabi. Karena itu, distribusi tambahan disiapkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Yang jelas melebihi apa yang diminta. Yang penting pada saat nanti, semua stok tersedia,” kata Samsudin, Senin 17/8.

Dia mengungkapkan, permintaan tambahan LPG sebelumnya telah disampaikan kepada Hiswana Migas dan Pertamina. Distribusi tambahan tersebut mulai berjalan untuk menghadapi dua momentum besar, yakni perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Kemarin kami sudah bersurat ke Hiswana Migas agar diperluas stok menghadapi dua event besar itu, 17 Agustus sama besok Maulid Nabi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kebutuhan LPG di sejumlah wilayah, termasuk Lombok Timur dan Lombok Tengah, menjadi perhatian karena konsumsi cenderung meningkat ketika masyarakat menggelar kegiatan keagamaan.

Namun, dia belum merinci besaran tambahan kuota yang diminta. Menurut Samsudin, yang terpenting adalah memastikan LPG tersedia ketika masyarakat membutuhkan.

“Jumlahnya saya tak terlalu hafal angka-angkanya berapa. Yang jelas, kami upayakan agar pada saat dibutuhkan oleh masyarakat, barang itu tersedia. Terutama pada Maulid Nabi besok yang akan kita hadapi,” ucapnya.

Ia menjelaskan pola distribusi tambahan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Pemerintah tidak hanya mengandalkan penambahan pasokan, tetapi juga melakukan pengawasan bersama pemerintah kabupaten/kota, Pertamina, dan Hiswana Migas.

Koordinasi itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan maupun permainan harga di tingkat pengecer. Samsudin mengakui persoalan kerap muncul ketika permintaan meningkat. Menurut dia, harga LPG berpotensi melonjak di tingkat pengecer ketika masyarakat kesulitan memperoleh barang.

“Rata-rata banyak juga oknum masyarakat yang memanfaatkan situasi. Di tengah kelangkaan, dia naikkan harga setinggi-tingginya, terutama di pengecer,” tuturnya.

Dia mengatakan pengawasan distribusi relatif lebih mudah dilakukan hingga tingkat pangkalan karena Pertamina memiliki mekanisme pengawalan dari SPBE, agen hingga pangkalan. Tantangan muncul setelah LPG berpindah ke tingkat pengecer.

“Mulai dari SPBE, agen, sampai ke pangkalan, setelah itu yang ke pengecer yang agak sulit. Itu yang mungkin perlu langkah-langkah antisipasi,” kata Samsudin.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas ESDM bersama Pertamina dan Dinas Perdagangan dapat melakukan operasi pasar serta pengecekan lapangan apabila ditemukan indikasi kelangkaan atau lonjakan harga.

“Biasanya kita lakukan operasi pasar, sama-sama mengecek agar situasi ini bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Samsudin memastikan pemerintah akan melibatkan berbagai pihak apabila terjadi kondisi yang mendesak. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pasokan LPG tetap tersedia selama masyarakat merayakan Maulid Nabi.

“Kalau memang ada hal-hal yang sangat mendesak, kita lakukan kerja sama dengan semua pihak untuk memastikan agar stok tersedia dan mencukupi untuk masyarakat,” ucapnya.

.Menurutnya, tambahan pasokan sudah mulai masuk dan proses distribusinya akan terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mencegah kelangkaan LPG di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang perayaan Maulid Nabi. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *