JAKARTA (NTBNOW.CO) – Forum Tanah Air (FTA), komunitas diaspora Indonesia yang memiliki jaringan di 26 negara dan 38 provinsi di Indonesia, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Surat tersebut berisi dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah sekaligus sejumlah catatan terkait komunikasi publik, transparansi pemerintahan, dan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi global.
Dalam surat yang ditandatangani Chairman Forum Tanah Air, Tata Kesantra, FTA menegaskan bahwa surat tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap Indonesia, bukan sebagai sikap berseberangan dengan pemerintah.
FTA menilai berbagai program yang dijalankan Presiden Prabowo, seperti swasembada pangan, kemandirian energi, hilirisasi industri, program makan bergizi, dan penguatan koperasi desa, sejalan dengan amanat konstitusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, FTA melihat masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian agar agenda pembangunan nasional berjalan lebih efektif dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Dalam suratnya, FTA menyoroti komunikasi publik pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab kegelisahan masyarakat. Mereka mencermati berkembangnya persepsi bahwa pemerintah cenderung kurang terbuka dalam menjelaskan berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi, termasuk terkait nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, dan kondisi fiskal nasional.
FTA menegaskan bahwa keterbukaan mengenai berbagai risiko yang mungkin dihadapi bangsa penting untuk membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kesiapan nasional dalam menghadapi ketidakpastian global. Menurut mereka, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi yang dihadapi negara.
Selain itu, FTA meminta pemerintah menyampaikan secara terbuka rencana kontinjensi nasional atau langkah antisipasi yang telah disiapkan apabila kondisi ekonomi global mengalami tekanan yang lebih berat. Mereka menilai masyarakat perlu mengetahui berbagai skenario yang telah dirancang pemerintah, langkah-langkah perlindungan terhadap ekonomi rakyat, serta peran yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.
FTA juga menyoroti perlunya penguatan narasi besar terhadap sejumlah program strategis pemerintah seperti Danantara, sekolah rakyat, dan hilirisasi industri. Mereka berpandangan bahwa berbagai program tersebut perlu dijelaskan secara lebih utuh sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi nasional yang berlandaskan konstitusi, sehingga tidak dipahami hanya sebagai kebijakan teknis atau program sektoral semata.
Dalam surat tersebut, FTA turut menyinggung dinamika politik di lingkungan koalisi pendukung pemerintah. Mereka mengingatkan pentingnya kesamaan visi dalam mendukung agenda pembangunan nasional sehingga berbagai kebijakan strategis dapat dijalankan secara konsisten dan efektif.
FTA juga mengingatkan perlunya menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan transparan. Mereka menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global.
Menutup surat terbuka tersebut, FTA berharap Presiden Prabowo tetap konsisten menjalankan agenda pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat sesuai amanat konstitusi. Mereka juga mendorong pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik, menjelaskan langkah-langkah antisipasi terhadap berbagai tantangan yang mungkin muncul, serta memastikan seluruh elemen pendukung pemerintah bergerak dalam visi yang sama demi keberhasilan pembangunan nasional.
Surat terbuka itu diterbitkan dari New York pada Juni 2026 dan ditandatangani oleh Chairman Forum Tanah Air, Tata Kesantra. (red)
