Di Hari Kemerdekaan, Gubernur NTB Kenakan Baju Adat Manggarai untuk NTT yang Berduka

FOTO BERSAMA: Momen perayaan apel hut RI ke 81 Gubernur NTB dan seluruh jajaran hingga tamu undangan, Senin 17/8. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Apel Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nusa Tenggara Barat (NTB) diwarnai pesan solidaritas untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi bencana gempa bumi yang mengguncang pada Sabtu 14/8 pagi.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memilih mengenakan pakaian adat Manggarai dalam momentum peringatan kemerdekaan, Senin, 17 Agustus 2026. Busana tersebut dikenakan sebagai bentuk duka cita sekaligus solidaritas NTB terhadap masyarakat Manggarai, NTT.

Iqbal mengatakan pilihan pakaian adat itu merupakan pesan bahwa masyarakat NTT tidak menghadapi bencana seorang diri. NTB, kata dia, ikut merasakan kesedihan dan kesulitan yang dialami masyarakat di wilayah terdampak gempa.

“Saya menggunakan baju adat Manggarai sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Manggarai menghadapi bencana. Kami ingin menunjukkan masyarakat Manggarai NTT tidak sendiri. Kita bersama-sama di masa sulit,” kata Iqbal.

Pesan solidaritas itu juga disampaikan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Dia mengajak masyarakat NTB mengenang pengalaman gempa besar yang melanda NTB pada 2018.

“Pertama kita berduka cita. Karena kita tahu persis rasanya kena gempa skala besar,” katanya.

Menurutnya, pengalaman gempa NTB pada 2018 membuat masyarakat daerah itu memahami beratnya trauma yang kini dihadapi warga NTT. NTB, kata dia, mengalami situasi serupa selama hampir sebulan sehingga rasa kehilangan dan ketakutan akibat bencana bukan sesuatu yang asing.

“Dan kita 2018 sepanjang hampir satu bulan kan mengalami hal yang sama. Jadi pasti traumanya luar biasa. Dan karena itu kita ikut berduka cita,” ucapnya.

Zainul Majdi juga mengapresiasi keputusan Gubernur NTB mengenakan pakaian adat Manggarai sebagai simbol simpati dan duka cita.

“Pak Gubernur tadi kan menyampaikan kepada saya, Tuan Guru, saya pakai baju NTT untuk menampakkan simpati dan juga duka kita,” ujarnya.

Ia mengatakan kedekatan NTB dan NTT memiliki akar sejarah. Sebelum terbentuknya Provinsi NTB dan NTT seperti sekarang, kedua wilayah tersebut pernah berada dalam satu kawasan administratif yang dikenal sebagai Sunda Kecil.

“Artinya memang kan dulu sebelum 58 dengan NTT itu satu kesatuan, Sunda Kecil. Jadi NTB dan NTT itu memang bersaudara,” tutur dia.

Karena itu, Zainul Majdi menilai solidaritas terhadap NTT tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan duka. Dukungan tersebut harus hadir dalam bentuk nyata. Dia menyebut bantuan yang telah dikirim Pemerintah Provinsi NTB ke NTT sebagai bentuk persaudaraan antardaerah.

“Dan Alhamdulillah kami juga terima kasih kepada pemerintah provinsi yang sudah mengirim bantuan ke NTT. Mewakili kita semua. Itulah namanya persaudaraan. Ada wujud nyata,” ujarnya.

Di sisi lain, dia mengingatkan masyarakat NTB untuk tetap waspada terhadap potensi bencana. Pengalaman gempa 2018, menurut dia, menjadi pelajaran penting agar masyarakat tidak lengah.

“Untuk kita di NTB, karena ini kita satu kesatuan kan ya. Jadi kita waspada, kita hati-hati. Kita berdoa, mudah-mudahan gempa seperti itu tidak menimpa daerah-daerah lain,” katanya.

Zainul Majdi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat dan pemerintah di NTT yang kini menghadapi situasi pascabencana. Ia meminta semua pihak menghindari saling menyalahkan dan mengutamakan kekompakan dalam penanganan bencana.

Menurut dia, pengalaman NTB pada 2018 menunjukkan bahwa respons cepat dan kekompakan menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan.

“Yang pertama tidak boleh saling menyalahkan. Dulu kita alhamdulillah cepat tanggap bencananya. Kemudian rehabilitasinya relatif cepat,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat NTT tetap kompak menghadapi masa sulit tersebut. Menurutnya, kekompakan di tingkat masyarakat dan pemerintah akan membantu proses pemulihan, termasuk mengatasi trauma akibat bencana.

“Pokoknya tangan di barang-barang. Dan kalau kompak di dalam itu insyaallah akan cepat pulih pascatraumnya,” pungkasnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *