MATARAM (NTBNOW.CO) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang memperkuat swasembada pangan, energi, dan ketahanan air nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai mengikuti peresmian Bendungan Meninting yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto secara serentak bersama empat bendungan lainnya, Jumat (10/7).
Menurut AHY, selain Bendungan Meninting di NTB, Presiden juga meresmikan Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh.
“Bukan hanya di NTB, bendungan yang diresmikan ada lima, yakni Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh,” ujar AHY.
Ia menjelaskan, pembangunan bendungan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan air irigasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, bendungan memiliki berbagai fungsi, mulai dari penyedia air baku, mendukung sistem irigasi pertanian, hingga meningkatkan produktivitas lahan sawah.
“Sawah yang sebelumnya hanya bisa panen satu kali dalam setahun berpotensi meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen apabila kebutuhan air tercukupi,” katanya.
Dukung Energi Terbarukan dan Pengendalian Banjir
Selain sektor pertanian, AHY mengatakan bendungan juga berfungsi sebagai pengendali banjir dan memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan.
Ia mencontohkan, permukaan waduk dapat dimanfaatkan untuk pemasangan panel surya terapung (floating solar panel), sebagaimana telah diterapkan di sejumlah bendungan di Indonesia.
“Ini menjadi salah satu masa depan energi ramah lingkungan yang terus dikembangkan pemerintah,” ujarnya.
Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
AHY juga menilai kawasan Bendungan Meninting memiliki prospek besar sebagai destinasi wisata baru di NTB.
Panorama pegunungan yang mengelilingi bendungan dinilai dapat dikembangkan menjadi kawasan rekreasi, wisata alam, hingga olahraga air yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Selain mendukung sektor pariwisata, bendungan tersebut juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, sektor pertanian, maupun industri.
Investasi Lima Bendungan Capai Rp9,7 Triliun
AHY mengungkapkan pembangunan lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto menelan investasi sekitar Rp9,7 triliun.
Menurutnya, proyek tersebut merupakan bentuk keberlanjutan pembangunan infrastruktur lintas pemerintahan yang bertujuan memperkuat fondasi pembangunan nasional.
“Ini menunjukkan adanya kesinambungan program pembangunan pemerintah yang patut diapresiasi,” katanya.
Irigasi Jadi Kunci Optimalisasi Manfaat Bendungan
AHY menegaskan manfaat bendungan akan optimal apabila pembangunan jaringan irigasi dapat diselesaikan secara terintegrasi.
Ia menjelaskan, pembangunan irigasi primer menjadi kewenangan pemerintah pusat, irigasi sekunder menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, sedangkan irigasi tersier menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, sinergi seluruh pemerintah sangat diperlukan agar pasokan air dapat segera dimanfaatkan petani, termasuk saat musim kemarau maupun ketika terjadi fenomena El Nino.
Terkait jadwal pembangunan jaringan irigasi Bendungan Meninting, AHY mengatakan penjelasan lebih rinci akan disampaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama pemerintah daerah.
“Nantinya Kementerian PU bersama pemerintah daerah akan menjelaskan timeline pembangunan jaringan irigasi tersebut,” pungkasnya. (can)












