NTB Punya 1.443 Hotel Non Bintang di 2025, Lombok Tengah Mendominasi, Lombok Utara Jadi Raja Tempat Tidur

INDUSTRI pariwisata Nusa Tenggara Barat tidak hanya mengandalkan hotel berbintang untuk menyambut wisatawan. Data terbaru 2025 menunjukkan hotel non bintang justru menjadi tulang punggung akomodasi di provinsi ini dengan total 1.443 usaha, 18.626 kamar, dan 24.651 tempat tidur yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik NTB, Dinas Pariwisata NTB, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB ini memberikan gambaran jelas tentang lanskap penginapan ekonomis di NTB, sektor yang menjadi pilihan utama wisatawan backpacker, keluarga, hingga digital nomad yang ingin menikmati keindahan Lombok dan Sumbawa tanpa harus menguras dompet terlalu dalam.

Lombok Tengah memuncaki daftar dengan 390 usaha hotel non bintang, menyumbang 27 persen dari total seluruh NTB. Tidak heran, wilayah yang menjadi lokasi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan pantai-pantai ikonik seperti Kuta Lombok dan Tanjung Aan ini terus menarik minat investor penginapan kelas menengah.

Dari sisi fasilitas, Lombok Tengah juga tercatat memiliki 3.100 kamar dan 3.600 tempat tidur, menempatkannya di posisi kedua untuk kategori kamar dan ketiga untuk tempat tidur. Pertumbuhan hotel non bintang di Lombok Tengah sejalan dengan akselerasi infrastruktur pariwisata, terutama jelang berbagai event internasional di Sirkuit Mandalika yang semakin sering menggaet wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Fenomena unik terjadi di Lombok Utara. Meskipun data jumlah kamar tercatat tidak tersedia, kabupaten ini justru memegang rekor 4.701 tempat tidur, tertinggi se-NTB. Jumlah usahanya juga mendekati Lombok Tengah dengan 383 unit. Apa rahasia di balik angka ini? Jawabannya ada di Tiga Gili: Trawangan, Meno, dan Air.

Destinasi bahari yang mendunia ini membuat Lombok Utara menjadi magnet wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman menginap di bungalow, losmen, dan guesthouse dengan harga terjangkau namun pemandangan premium yang sulit ditandingi. Bayangkan bangun pagi dengan suara ombak dan pemandangan laut biru toska langsung dari teras kamarmu, semua itu bisa didapat tanpa harus membayar mahal.

Kota Mataram, sebagai pusat pemerintahan dan bisnis NTB, menunjukkan karakteristik berbeda. Dengan 3.387 kamar atau 18,2 persen dari total NTB, Mataram menjadi kota dengan jumlah kamar hotel non bintang terbanyak, meskipun jumlah usahanya hanya 171 unit. Ini menandakan rata-rata ukuran hotel non bintang di Mataram lebih besar dibanding daerah lain.

Faktor pendukungnya adalah kebutuhan akomodasi untuk wisatawan bisnis, transit, dan kegiatan pemerintahan. Total 4.328 tempat tidur juga menempatkan Mataram di posisi kedua untuk kategori ini. Bagi wisatawan yang baru turun dari bandara atau pelabuhan dan butuh tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain, Mataram adalah pilihan yang sangat masuk akal.

Lombok Timur menempati posisi ketiga dengan 187 usaha, 2.035 kamar, dan 2.740 tempat tidur. Keunggulan daerah ini terletak pada daya tarik wisata yang masih alami dan autentik, seperti Pantai Pink yang langka di Indonesia dan Desa Adat Sade dengan tradisi suku Sasak yang masih terjaga dengan baik.

Bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian destinasi mainstream dan mencari pengalaman menginap yang lebih intim serta dekat dengan alam dan budaya lokal, Lombok Timur adalah jawabannya. Interaksi langsung dengan masyarakat setempat, mencicipi masakan tradisional, dan menjelajahi pantai-pantai yang masih sepi menjadi nilai tambah yang tidak ternilai.

Di sisi lain, Sumbawa dengan 61 usaha, 1.039 kamar, dan 1.594 tempat tidur serta Dompu dengan 53 usaha, 800 kamar, dan 1.114 tempat tidur menunjukkan potensi pasar yang belum tergarap maksimal. Dengan atraksi seperti Pulau Moyo, Taman Nasional Komodo di wilayah Sumbawa, dan Gunung Tambora yang meletus dahsyat pada 1815 silam, peluang pengembangan hotel non bintang di kawasan ini sangat terbuka. Bagi para petualang sejati yang tidak masalah dengan fasilitas sederhana asalkan pengalaman yang didapat luar biasa, Sumbawa dan Dompu adalah surga yang masih tersembunyi.

Lombok Barat juga patut disebut dengan 82 usaha, 1.320 kamar, dan 1.481 tempat tidur. Meski jumlahnya tidak sebanyak wilayah Lombok lainnya, keberadaan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dan akses menuju Senggigi menjadikan Lombok Barat sebagai pintu gerbang penting bagi wisatawan yang baru tiba di Pulau Lombok.

Data hotel non bintang NTB 2025 memperlihatkan bahwa pariwisata di provinsi ini tidak hanya soal kemewahan. Akomodasi ekonomis justru menjadi jaring pengaman yang memastikan NTB tetap ramah bagi semua kalangan wisatawan. Dari Gili Trawangan yang eksotis hingga kaki Gunung Tambora yang megah, hotel non bintang adalah wajah pariwisata NTB yang sesungguhnya, inklusif, terjangkau, dan penuh cerita manusiawi.

Setiap losmen kecil di pinggir pantai, setiap warung kopi di depan guesthouse, dan setiap senyum pemilik penginapan adalah bagian dari pengalaman wisata yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun kamu menginap di hotel bintang lima.

Sumber Data: Badan Pusat Statistik NTB, Dinas Pariwisata NTB, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB. Data diolah dari berbagai sumber resmi dan data lapangan Tahun 2025.

Penulis: Redaksi NTBNOW.CO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *