Kasus  

SAR Evakuasi 212 Penumpang KMP Putri Yasmin

Kepala Kantor SAR Mataram : Muhamad Hariyadi. (Foto: susan/ntbnow.co)

LOMBOK BARAT (NTBNOW.CO)–Tim SAR gabungan mengevakuasi sedikitnya 212 orang dari KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu, 12/8 dini hari. Proses pencarian dan penyisiran laut akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus di lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan enam kapal dikerahkan untuk membantu proses evakuasi penumpang kapal yang terbakar tersebut.

“Total 212 sudah di evakuasi,” kata Hariyadi di Lembar.

Dia menyebutkan, dari laporan awal terdapat 114 penumpang yang berada di dalam KMP Putri Yasmin. Tim SAR Mataram menggunakan RB 220 untuk mengevakuasi 59 orang. Kapal KAL Lembar milik TNI Angkatan Laut kemudian mengevakuasi 18 orang.

Selain kapal SAR dan TNI AL, sejumlah kapal yang kebetulan melintas di sekitar lokasi turut membantu. Kapal Fortlink II yang sedang berlayar dari Lembar menuju Padangbai mengevakuasi 35 orang.

Dua kapal yacht juga ikut menyelamatkan penumpang. Yacht No Comment mengevakuasi 58 orang, sedangkan yacht Still Here membawa tiga korban. Satu orang di antara korban yang dievakuasi tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Hariyadi mengatakan masih terdapat 39 orang yang berada di KMP Pratama Kalyani. Kapal tersebut saat ini bergerak menuju Pelabuhan Lembar dan ikut membantu proses pencarian.

“Untuk yang ada di kapal, 39 orang itu masih di Kapal Pratama Kalyani sedang menuju ke Lembar. Kebetulan dari Lembar juga, dari perusahaan yang sama. Ikut membantu pencarian,” ujarnya.

Data Penumpang Belum Dipastikan

Meski jumlah korban yang telah dievakuasi mencapai 212 orang, Hariyadi belum dapat memastikan apakah masih terdapat penumpang yang hilang. Menurut dia, pencocokan data penumpang merupakan kewenangan pihak perusahaan.

“Kami belum bisa memastikan terkait dengan data korban. Itu ada kewenangan dari pihak perusahaan,” tegasnya.

Ia meminta keluarga yang merasa anggota keluarganya belum ditemukan segera melakukan pencocokan data. Kemungkinan, kata dia, orang yang dicari masih berada di atas KMP Pratama Kalyani.

“Kalau memang ada yang merasa keluarganya belum ketemu, mungkin masih masuk di KMP Pratama Kalyani. Mungkin bisa dicocokkan, kami sudah ada datanya di KMP Pratama Kalyani,” ujarnya.

Tim SAR memastikan operasi pencarian tidak berhenti pada Rabu malam. Penyisiran akan terus dilakukan tiga hari kedepan, terutama selama masih terdapat laporan atau pengaduan mengenai korban yang belum ditemukan.

“Besok kita tetap upayakan pencarian, karena golden time pencarian itu tiga hari,” ujar Hariyadi.

Ia mengatakan pola pencarian akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Tim SAR akan menyusun rencana operasi baru sebelum pencarian dimulai pada pagi hari.

“Selama masih ada pengaduan, kita tetap melakukan pencarian,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi laut menjadi salah satu tantangan dalam operasi pencarian. Meski secara visual cuaca terlihat cerah, kondisi laut di sekitar lokasi tidak sepenuhnya bersahabat.

Hariyadi menyebut tinggi gelombang di lokasi mencapai 3 hingga 4 meter, disertai arus yang cukup kuat.

“Kalau kondisi cuaca memang terpantau secara visual cerah. Tapi kondisi awan, ombak di lapangan itu ombak setinggi 3 sampai 4 meter,” ujarnya.

Selain gelombang tinggi, arus laut yang kuat turut menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran. “Arus yang kuat. Sehingga cukup menyulitkan,” ujarnya.

Tim SAR akan mengevaluasi kondisi tersebut pada Kamis pagi untuk menentukan apakah wilayah pencarian perlu diperluas. Keputusan itu akan mempertimbangkan kondisi cuaca, arah arus, serta perkembangan informasi mengenai kemungkinan korban yang masih belum ditemukan. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *