BIMA (NTBNOW.CO)– PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui edukasi program Irigasi dan Pompanisasi (IRPOM) PLN serta keselamatan ketenagalistrikan dalam Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk mendorong pemanfaatan energi listrik yang produktif, efisien, dan aman guna menunjang aktivitas pertanian sekaligus mendukung semangat Hari Sumpah Pemuda melalui kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, PLN UP3 Bima memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan energi listrik untuk mendukung sistem irigasi dan pompanisasi di lahan pertanian. Melalui penggunaan listrik sebagai sumber energi penggerak pompa air, petani diharapkan dapat mengoptimalkan proses pengairan sawah, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian. Pemanfaatan listrik yang tepat guna juga menjadi salah satu upaya untuk membantu petani mengelola kebutuhan air secara lebih efektif sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.
Selain menyosialisasikan program IRPOM, PLN UP3 Bima turut menekankan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan, khususnya di kawasan persawahan dan area yang berdekatan dengan jaringan listrik. Edukasi ini mencakup pemahaman mengenai potensi bahaya listrik, penggunaan instalasi sesuai standar keselamatan, serta pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan pemanfaatan tenaga listrik. Langkah tersebut diperlukan agar peningkatan produktivitas pertanian dapat berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan petani dan masyarakat di lingkungan sekitar.
Manager PLN UP3 Bima menyampaikan bahwa dukungan kelistrikan bagi sektor pertanian perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan energi listrik secara aman. Menurutnya, pemanfaatan listrik untuk irigasi dan pompanisasi dapat memberikan manfaat bagi aktivitas pertanian apabila didukung instalasi yang sesuai ketentuan dan pengoperasian yang mengutamakan keselamatan. Oleh karena itu, PLN terus mendorong kolaborasi dengan pemangku kepentingan agar pemanfaatan energi listrik dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya petani.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam edukasi tersebut adalah bahaya penggunaan listrik secara ilegal di area persawahan, termasuk pemasangan kawat bertegangan listrik untuk mengendalikan hama tikus. Praktik tersebut berisiko tinggi karena dapat menyebabkan sengatan listrik yang mengakibatkan cedera serius hingga kematian. Selain membahayakan petani yang memasangnya, aliran listrik pada kawat terbuka juga berpotensi mengancam warga lain, termasuk anak-anak dan masyarakat yang melintas di sekitar area persawahan.
Untuk mencegah risiko tersebut, PLN mengimbau petani dan masyarakat agar tidak menggunakan aliran listrik sebagai jebakan hama maupun melakukan penyambungan listrik secara tidak sah. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada PLN apabila menemukan instalasi atau jaringan listrik yang tidak aman, terbuka, maupun berpotensi membahayakan. Dengan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan ketenagalistrikan, pemanfaatan energi listrik di sektor pertanian diharapkan dapat berlangsung secara optimal tanpa mengabaikan keselamatan jiwa dan lingkungan.
Partisipasi PLN UP3 Bima dalam rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung program strategis sektor pertanian. Melalui edukasi IRPOM dan keselamatan ketenagalistrikan, PLN berupaya mendorong pemanfaatan energi listrik yang memberikan manfaat langsung bagi kegiatan produktif masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi pengairan, memperkuat aktivitas pertanian, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang mendukung produktivitas masyarakat sekaligus mengutamakan keselamatan. “Semangat Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik untuk mendukung sektor pertanian, tetapi juga mendorong pemanfaatannya secara aman dan bertanggung jawab. Kami berharap sinergi bersama pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat produktivitas pertanian, mendukung ketahanan pangan, serta menghadirkan manfaat energi listrik yang berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat,” tutup Yondri. (*)












