MotoGP  

MotoGP Mandalika Dongkrak UMKM Melalui Mandalika Street Food Festival

PEMBUKAAN: Peresmian Mandalika Street Food Festival. Festival kuliner tersebut akan berlangsung selama gelaran MotoGP 2026 berlangsung. (susan/ntbnow.co)

LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)–Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menjadi ajang balap kelas dunia. Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendapat ruang untuk meraup keuntungan melalui Mandalika Street Food Festival yang difasilitasi Bank Rakyat Indonesia (BRI) bekerjasama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Festival kuliner tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dampak ekonomi MotoGP agar tidak berhenti di kawasan sirkuit, tetapi turut dirasakan pelaku usaha lokal.

Senior Executive Vice President Transaction & Retail Funding BRI Trilaksito Singgih mengatakan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya melalui kemudahan transaksi digital menggunakan BRImo.

“Supaya ramai, transaksi dengan BRImo mendapatkan diskon 20 persen,” ujarnya dalam pembukaan Mandalika Street Food Festival 2026, Jumat 9/10.

Menurutnya, keterlibatan BRI dalam festival tersebut sejalan dengan fokus perusahaan dalam mendukung sektor usaha mikro dan UMKM. BRI juga berkomitmen terus bersinergi dengan Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur ITDC Ahmad Fajar menegaskan, keberadaan MotoGP di Mandalika harus menghasilkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan pendukung turut diarahkan untuk menggerakkan transaksi dan memberi kesempatan kepada pelaku usaha lokal memasarkan produknya.

“Yang penting adalah dampaknya, bukan event-nya itu sendiri,” tegasnya.

Dia menyebut, Mandalika Street Food Festival menjadi salah satu kegiatan pendukung MotoGP. Selain festival kuliner, pengunjung juga dapat menikmati rangkaian hiburan musik yang menghadirkan sejumlah musisi nasional selama akhir pekan balapan.

ITDC berharap keramaian pengunjung tidak hanya terkonsentrasi di sirkuit, tetapi juga menggerakkan usaha kuliner dan sektor pariwisata di kawasan Mandalika hingga wilayah lain di NTB.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan bahwa MotoGP merupakan momentum yang harus dimanfaatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperpanjang dampak ekonomi. Menurutnya, manfaat kegiatan internasional tersebut tidak boleh hanya dirasakan selama tiga hari penyelenggaraan.

“Jangan serahkan semua urusan ini kepada Mandalika. Tugasnya Mandalika adalah menciptakan momentumnya. Setelah momentum ini tercipta, sekarang tugas kita, masyarakat dan pemerintah daerah, memanfaatkan momentum ini untuk memperpanjang dampaknya,” ujarnya.

Ia mendorong agar dampak ekonomi MotoGP bisa dirasakan sejak sebelum hingga setelah balapan. Dengan demikian, pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan usaha masyarakat dapat menikmati peluang ekonomi yang lebih panjang.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan, penerangan, dan kenyamanan kawasan Mandalika sepanjang tahun, bukan hanya ketika MotoGP berlangsung.

“Bisa nggak bersih dan terang benderangnya setahun, jangan hanya empat hari,” tandasnya.

Melalui kolaborasi ITDC, BRI, dan Pemprov NTB, Mandalika Street Food Festival diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi UMKM lokal untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *