LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)– Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus berdatangan. Salah satunya dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Bali yang memberikan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak.
Ketua DPD ASITA NTB, Sellywaty, SH menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran DPD ASITA Bali atas kepedulian tersebut.
Menurut Sellywaty, bantuan sembako yang diberikan bukan sekadar bantuan materi bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas antaranggota ASITA di dua daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada DPD ASITA Bali yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap saudara-saudara kita di Desa Sade yang terdampak kebakaran,” ujar Sellywaty.
Ia menilai hubungan antara ASITA Bali dan ASITA NTB selama ini tidak hanya sebatas hubungan organisasi dan kerja sama di sektor pariwisata. Keduanya memiliki hubungan emosional yang cukup kuat, terutama dalam membangun dan memajukan industri pariwisata di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Karena itu, kepedulian ASITA Bali terhadap musibah yang dialami masyarakat Desa Sade dinilai menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan di antara pelaku pariwisata tetap terjaga.
Sellywaty berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang saat ini masih membutuhkan dukungan setelah kebakaran melanda kawasan permukiman adat Sade.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian kita bersama,” katanya.
Solidaritas Pelaku Pariwisata
Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang menjadi ikon pariwisata Lombok Tengah. Kampung adat yang dihuni masyarakat Sasak tersebut dikenal luas karena tradisi, rumah adat, kerajinan tenun, serta kehidupan masyarakatnya yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya leluhur.
Kebakaran yang melanda kawasan Sade tidak hanya menjadi persoalan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga menjadi perhatian berbagai pihak karena Sade memiliki posisi penting dalam ekosistem pariwisata NTB.
Dukungan dari berbagai organisasi, termasuk asosiasi pelaku usaha pariwisata, menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascakebakaran.
Bagi ASITA NTB, perhatian dari ASITA Bali juga memperlihatkan bahwa sektor pariwisata memiliki kekuatan solidaritas yang dapat bergerak melampaui batas wilayah.
Hubungan Bali dan NTB selama ini juga sangat erat dalam sektor pariwisata. Kedua daerah saling terhubung sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, sekaligus memiliki kepentingan bersama dalam memperkuat konektivitas, promosi, dan kunjungan wisatawan.
“Kami berharap hubungan baik dan hubungan emosional antara ASITA Bali dan ASITA NTB ini terus terjaga. Bukan hanya dalam urusan bisnis pariwisata, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan kemanusiaan,” kata Sellywaty.
Ia menambahkan, musibah yang menimpa masyarakat Desa Sade menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan aktivitas pariwisata di Desa Adat Sade kembali berjalan normal (red)












