Menteri KKP Dorong KNMP Bintaro NTB Jadi Percontohan Pasar Ikan Modern Berbasis Zero Waste

KUNJUNGAN KERJA: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal saat mengunjungi KNMP Bintaro. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)– Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal mendorong pengembangan Kawasan Kuliner dan Pasar Ikan Modern (KNMP) Bintaro di Kota Mataram sebagai percontohan nasional pasar ikan modern berbasis zero waste. Konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan pasar ikan yang bersih, higienis, dan ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui hilirisasi.

Komitmen itu disampaikan saat Menteri
Trenggono melakukan kunjungan kerja ke NTB, Jumat (17/7) saat meninjau pembangunan KNMP Bintaro Tahap II yang telah selesai 100 persen.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan paradigma pengelolaan pasar ikan harus berubah. Menurut dia, pasar ikan modern tidak boleh lagi identik dengan lingkungan yang kumuh dan berbau.

“Pokoknya tidak boleh bau. Mengelola limbah sampah ikan harus bagus, zero waste. Air limbah masuk ke IPAL, kemudian diolah dan dikeringkan,” kata Trenggono.

Ia mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi NTB yang akan memanfaatkan teknologi dryer untuk mengolah limbah ikan menjadi produk bernilai ekonomi. Menurut Trenggono, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendorong hilirisasi industri perikanan sekaligus pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pembangunan KNMP Bintaro tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan pasar ikan yang modern, tetapi juga membangun ekosistem perikanan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menegaskan seluruh hasil tangkapan nelayan, termasuk limbah ikan, harus dapat dimanfaatkan agar memiliki nilai ekonomi dan tidak menjadi beban bagi lingkungan.

“Peternak pasti akan berebut tepung ikan ini ketika sudah diproduksi. Selain menjadi langkah awal menuju zero waste, ini juga menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi nelayan dan peternak kita,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, Pemerintah Provinsi NTB akan mengoperasikan mesin dryer untuk mengolah limbah ikan menjadi tepung ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak. Menurut Iqbal, kebijakan tersebut merupakan penerapan konsep ekonomi sirkular, di mana setiap bagian hasil perikanan memiliki nilai ekonomi.

Ia menambahkan, pemanfaatan limbah ikan tidak hanya mengurangi pencemaran dan bau di kawasan pasar, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat keterkaitan sektor perikanan dan peternakan, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

Dengan rampungnya pembangunan KNMP Bintaro Tahap II dan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kawasan itu dipersiapkan menjadi model nasional pengembangan pasar ikan modern yang mengintegrasikan hilirisasi industri, pengelolaan lingkungan berbasis zero waste, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

” Sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB diharapkan mampu menciptakan ekosistem perikanan yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *