MATARAM (NTBNOW.CO)–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan berbagai peluang investasi kepada Kerajaan Maroko sebagai upaya memperluas kemitraan internasional di sektor strategis.
Penawaran itu disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima perwakilan Kerajaan Maroko di Ruang Kerja Gubernur, Jumat, 17/7.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut komunikasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kerajaan Maroko untuk menjajaki kerja sama di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, energi, pengembangan sumber daya alam, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dalam pertemuan itu, Iqbal didampingi Sekretaris Daerah NTB, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kerja sama internasional harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, hilirisasi industri, dan penguatan daya saing ekonomi daerah.
“Kerja sama internasional harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, serta penguatan daya saing ekonomi daerah,” kata Iqbal.
Dalam paparannya bertajuk “The Islands of Endless Potentials”, Iqbal mempromosikan NTB sebagai daerah dengan potensi investasi yang didukung jumlah penduduk sekitar 5,81 juta jiwa yang didominasi usia produktif, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta letak strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian timur.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi NTB menawarkan konsep Road to Quality Tourism melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. Saat ini NTB memiliki 265 destinasi wisata dan 375 desa wisata, dengan peluang investasi pada sektor perhotelan, kawasan wisata, dan transportasi pariwisata seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Sektor pertanian juga dipromosikan sebagai sektor unggulan dengan berbagai komoditas seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, kopi, kakao, kelapa, vanili, dan tembakau. Pemerintah daerah juga menjalankan program penanaman satu juta pohon kelapa dan satu juta pohon kopi sebagai bagian dari penguatan industri pertanian berkelanjutan.
Pada sektor peternakan, NTB menawarkan peluang investasi di bidang pembibitan sapi, rumah potong hewan modern, industri pengolahan daging dan susu, termasuk proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) Beef Cattle Farming di Labangka, Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan dinilai memiliki prospek besar dengan produksi perikanan yang mencapai sekitar 1,25 juta ton pada 2025. Pemerintah menawarkan investasi pada industri pengolahan hasil perikanan, pembangunan fasilitas rantai dingin (cold chain), serta hilirisasi komoditas ekspor seperti tuna, udang vaname, lobster, rumput laut, dan garam.
Di bidang energi, Iqbal menyebut NTB memiliki potensi besar energi baru terbarukan, mulai dari tenaga surya, angin, air, biomassa hingga panas bumi. Potensi tersebut didukung keberadaan sedikitnya 15 bendungan yang dapat dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida.
“NTB memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, sekaligus sumber daya mineral strategis yang dapat dikembangkan melalui industri hilirisasi berbasis energi hijau,” ujarnya.
Selain mempromosikan potensi sektor unggulan, Pemerintah Provinsi NTB juga menawarkan sejumlah proyek investasi siap ditawarkan (IPRO), antara lain Kerakas Beach Five-Star Hotel di Lombok Utara, Gili Gede Luxury Resort & Five-Star Hotel, Mautika Mandalika Hotel, serta Kuta Heights Hotel di kawasan Mandalika. Total nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,61 triliun.
“Kami berharap kerja sama dengan Kerajaan Maroko tidak hanya berfokus pada investasi dan perdagangan, tetapi juga mencakup pendidikan, pengembangan teknologi, energi terbarukan, pertanian modern, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi daerah, “pungkasnya. (can)
Keterangan Foto:
PERTEMUAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima perwakilan Kerajaan Maroko. (ist)












