Kasus  

Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Sopir Bluebird di KEK Mandalika, Korban Alami Luka dan Trauma

Sopir Bluebird Ridwan melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya di kawasan KEK Mandalika. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. (susan/ntbnow.co)

MATARAM (NTBNOW.CO) – Kepolisian Sektor (Polsek) Mandalika tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir taksi Bluebird yang terjadi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Polisi telah menerima laporan korban dan kini mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku.

Kapolsek Mandalika, AKP I Ketut Artana, membenarkan bahwa korban telah melaporkan insiden tersebut. Menurutnya, penyelidikan langsung dilakukan setelah laporan diterima.

“Benar, yang bersangkutan telah membuat laporan pengaduan. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Artana, Selasa (14/7).

Ia menjelaskan, korban juga telah menjalani pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses hukum. “Korban sudah dilakukan visum oleh anggota kami,” katanya.

Artana menegaskan, pihak kepolisian berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut dan mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum penyelidikan selesai.

“Kami berupaya semaksimal mungkin. Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap,” tegasnya.

Berawal Saat Jemput Penumpang

Korban diketahui bernama Ridwan, seorang pengemudi Bluebird. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 16.15 Wita, saat ia menerima pesanan penjemputan melalui aplikasi di lobi Novotel Mandalika yang saat itu sedang ramai oleh rangkaian kegiatan Pocari Run.

Ridwan mengaku kendaraannya sempat terhalang mobil lain ketika tiba di lokasi. Tak lama kemudian, seorang pria menghampiri sambil menggedor kaca mobil dan memintanya meninggalkan area hotel.

Korban kemudian mengikuti arahan petugas hotel dengan memindahkan kendaraannya ke luar kawasan lobi. Namun, setelah berada di luar area hotel, ia mengaku didatangi dan diserang oleh sejumlah orang.

“Saya dipukul tiga kali menggunakan sebatang kayu hingga mengenai hidung dan mengeluarkan darah,” ungkap Ridwan.

Menurut pengakuannya, mobil yang dikendarainya sempat dikepung sekitar tujuh hingga delapan orang. Ia menduga aksi penganiayaan tersebut dipicu penolakan sejumlah oknum pelaku jasa transportasi terhadap aktivitas Bluebird yang melayani penjemputan dan pengantaran penumpang di kawasan KEK Mandalika.

Akibat kejadian itu, Ridwan mengalami luka di bagian hidung dan mengaku masih mengalami trauma. Ia berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, mengingat Mandalika merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional yang harus memberikan rasa aman bagi wisatawan maupun pelaku usaha transportasi. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *