Tingginya angka kekerasan anak baik secara kumulatif pada skala nasional maupun tingkat wilayah memerlukan penangan yang sungguh-sungguh dan mendalam. Tim Peneliti UIN Mataram menyusun Modul dan Buku Pedoman Pengasuhan Transformatif Gender Berbasis Kearifan Lokal untuk Pencegahan Kekerasan terhadap anak di Nusa Tenggara Barat. Setelah melalui riset mendalam tentang kearifan lokal dalam pola pengasuhan anak di beberapa wilayah kabupaten dan kota, peneliti menyusun sebuah modul dan buku pedoman praktis.
Penelitian yang dibiayai melalui research grant MORA The AIR FUNDS Kementrian Agama dan LPDP diharapkan menghasilkan inovasi baru model/tata kelola/modul yang berdampak untuk mengurangi angka kekerasan anak. Demikian pesan penting yang disampaikan oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag dalam arahan kegiatan focus group discussion finalisasi modul dan buku pedoman. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Jayakarta selama dua hari, Senin-Selasa, 29-30 Juni 2026.
Peserta FGD dari berbagai unsur yang memiliki pengetahuan, konsen maupun skil yang relevan dengan tema yang diangkat. Mereka berasal dari akademisi UIN Mataram, Universitas Mataram dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Di samping itu, peserta juga berasal dari unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (Inovasi dan Inspirasi NTB), serta para tokoh adat. Sebelum modul disosialisasikan dan diujicobakan, maka perlu saran, masukan dan kritik untuk penyempurnaan.
Narasumber hari pertama Dr. Mira Mareta, akademisi UIN Mataram dan aktif di Rengganis, memaparkan modul baik menyangkut latar belakang, stuktur, maupun isinya. Narasumber juga menjelaskan teknis dan strategi penggunaan modul.

Sedangkan hari kedua, narasumber Dr. Muchammadun, akademisi UIN Mataram dan Inspirasi, menyampaikan hasil review buku panduan praktis pengasuhan transformatif gender, dan memberikan catatan kritis baik dari segi substansi maupun teknis penulisan dan layout serta ilustrasi dan gambar. Para peserta kemudian mendalami dua naskah dan memberikan feedback lebih lanjut.

Tim peneliti yang diketuai oleh Prof. Mohamad Abdun Nasir, menyambut dengan sangat antusias semua saran, masukan dan kritik. Modul dan buku ajar akan dipakai dalam TOT setelah direvisi sesuai saran dan masukan para ahlinya. Produk riset juga akan didistribusikan ke para peserta kegiatan sosialisasi dan uji coba modul di seluruh wilayah NTB dengan mengambil dua puluh peserta (dari beberapa sampel desa) dari tiap kabupaten/kota. Selian itu, modul dan buku panduan akan didistribusikan ke kantor instansi pemerintah terkait, KUA, maupun perpustakaan daerah.
Peneliti UIN Mataram Susun Modul dan Buku Pedoman Pengasuhan Anak
Tingginya angka kekerasan anak baik secara kumulatif pada skala nasional maupun tingkat wilayah memerlukan penangan yang sungguh-sungguh dan mendalam. Tim Peneliti UIN Mataram menyusun Modul dan Buku Pedoman Pengasuhan Transformatif Gender Berbasis Kearifan Lokal untuk Pencegahan Kekerasan terhadap anak di Nusa Tenggara Barat. Setelah melalui riset mendalam tentang kearifan lokal dalam pola pengasuhan anak di beberapa wilayah kabupaten dan kota, peneliti menyusun sebuah modul dan buku pedoman praktis.
Penelitian yang dibiayai melalui research grant MORA The AIR FUNDS Kementrian Agama dan LPDP diharapkan menghasilkan inovasi baru model/tata kelola/modul yang berdampak untuk mengurangi angka kekerasan anak. Demikian pesan penting yang disampaikan oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag dalam arahan kegiatan focus group discussion finalisasi modul dan buku pedoman. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Jayakarta selama dua hari, Senin-Selasa, 29-30 Juni 2026.
Peserta FGD dari berbagai unsur yang memiliki pengetahuan, konsen maupun skil yang relevan dengan tema yang diangkat. Mereka berasal dari akademisi UIN Mataram, Universitas Mataram dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Di samping itu, peserta juga berasal dari unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (Inovasi dan Inspirasi NTB), serta para tokoh adat. Sebelum modul disosialisasikan dan diujicobakan, maka perlu saran, masukan dan kritik untuk penyempurnaan.
Narasumber hari pertama Dr. Mira Mareta, akademisi UIN Mataram dan aktif di Rengganis, memaparkan modul baik menyangkut latar belakang, stuktur, maupun isinya. Narasumber juga menjelaskan teknis dan strategi penggunaan modul.
Sedangkan hari kedua, narasumber Dr. Muchammadun, akademisi UIN Mataram dan Inspirasi, menyampaikan hasil review buku panduan praktis pengasuhan transformatif gender, dan memberikan catatan kritis baik dari segi substansi maupun teknis penulisan dan layout serta ilustrasi dan gambar. Para peserta kemudian mendalami dua naskah dan memberikan feedback lebih lanjut.
Tim peneliti yang diketuai oleh Prof. Mohamad Abdun Nasir dari UIN Sunan Ampel Surabaya, menyambut dengan sangat antusias semua saran, masukan dan kritik. Modul dan buku ajar akan dipakai dalam TOT setelah direvisi sesuai saran dan masukan para ahlinya. Produk riset juga akan didistribusikan ke para peserta kegiatan sosialisasi dan uji coba modul di seluruh wilayah NTB dengan mengambil dua puluh peserta (dari beberapa sampel desa) dari tiap kabupaten/kota. Selian itu, modul dan buku panduan akan didistribusikan ke kantor instansi pemerintah terkait, KUA, maupun perpustakaan daerah. (Dr Syukri)
