MATARAM (NTBNOW.CO–Direktur PT Narmada Awet Muda, Pengky Jupiter, mengatakan sumber air baku Air Minum Narmada berasal dari siklus hidrologi alami yang telah melalui proses panjang di dalam tanah. Berdasarkan hasil uji isotop yang dilakukan bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), umur air Narmada diperkirakan mencapai 55 tahun.
“Kita pernah menguji genesa air tanah. Umur air kita itu di angka 55 tahun. Siklusnya dari hujan, masuk ke dalam bumi, kemudian keluar lagi melalui mata air dan akhirnya menguap ke atmosfer,” kata Pengky, Senin 13/7.
Dia mengaku, kondisi sumber air di Nusa Tenggara Barat hingga kini tetap stabil meski terjadi anomali cuaca. Menurutnya, keberadaan kawasan resapan air di Gunung Rinjani, terutama Danau Segara Anak, menjadi penyangga utama ketersediaan air baku.
“Kami tidak pernah mengalami kekeringan. NTB ini sangat bagus karena memiliki tangki air alami yang besar di Rinjani, yaitu Segara Anak,” ujarnya.
Pengky menyebut, karakteristik Air Minum Narmada juga berbeda dibandingkan produk sejenis. Selain memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 7,5, air yang keluar dari sumber memiliki suhu alami yang dingin sehingga tidak mengubah cita rasa meski melalui proses penyaringan.
“Yang membedakan dari segi rasa. Suhu air kami sangat dingin, bahkan ketika keluar botolnya berkeringat karena embun. Itu membuat biaya produksi meningkat karena kardus harus lebih tebal agar tidak mudah rusak,” ucapnya.
Sedangkan untuk penyaringan dilakukan beberapa tahap, yaitu backwash Filter untuk menjaga kualitas air tetap higienis, Prefilter untuk untuk menyaring kotoran, Filter Karbon Aktif yang bertujuan untuk untuk menyerap zat kimia organik, menghilangkan klorin, serta memperbaiki bau dan rasa pada air, lalu selanjutnya sterilisasi menggunakan sinar UV atau ozonisasi.
“Proses itu tidak mengubah struktur kimia maupun rasa air. pH kami sekitar 7,5,” aku Pengky.
Dari sisi produksi, PT Narmada Awet Muda mampu memproduksi sekitar 700 ribu liter air minum setiap hari atau rata-rata 70 ribu kemasan berbagai ukuran. Produksi tersebut meliputi kemasan botol 220 mililiter, 330 mililiter, 600 mililiter, 1,5 liter, hingga galon isi ulang 19 liter.
“Untuk galon, kapasitas produksi mencapai sekitar 4.000 galon setiap shift. Dalam sehari ada tiga shift sehingga produksi galon mencapai sekitar 12 ribu unit per 24 jam. Seluruh kemasan juga kami produksi sendiri, mulai dari kemasan kecil hingga galon,” pungkasnya. (can)












