MotoGP  

Gubernur NTB Sembek Marc Márquez, Doakan Taklukkan Mandalika

MotoGP : Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berfoto bersama dengan para Rides di Parade MotoGP 2026. (susan/ntbnow.co)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Ada momen unik di tengah kemeriahan parade pembalap MotoGP Mandalika 2026 di Kota Mataram, Rabu (7/10). Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal secara khusus mendoakan Marc Márquez agar mampu menaklukkan tikungan-tikungan di Sirkuit Mandalika.

Tak sekadar doa, Gubernur Iqbal bahkan melakukan tradisi lokal yang disebutnya sebagai “sembek” kepada juara dunia MotoGP tersebut.

Momen itu terjadi saat Iqbal berbincang langsung dengan Márquez. Gubernur NTB tersebut meminta pembalap Ducati Lenovo itu tetap percaya diri menghadapi balapan yang akan berlangsung 9–11 Oktober mendatang.

“Saya bilang, let’s me pray for you. Langsung saya tiup. Tahun ini tanggal 11, ini tanggal ganjil. Insyaallah kamu akan melewati tikungan,” kata Iqbal, Rabu 7/10.

Iqbal mengaku senang bisa bertemu dan berbincang langsung dengan Márquez bersama sejumlah pembalap MotoGP lainnya. Menurut dia, para rider yang hadir memiliki kesan positif terhadap Mandalika.

“Senang banget tadi ngobrol sama teman-teman pembalap semua. Cerita mereka, I will bring back memorable time in Mandalika to back home. Mereka bawa cerita baik, semua punya kesan yang baik,” ujarnya.

Yang menarik, Márquez justru mengaku penasaran untuk menaklukkan Sirkuit Mandalika. Pernyataan itu membuat Iqbal menilai Márquez tidak memiliki rasa dendam terhadap lintasan Mandalika meski sebelumnya pernah mengalami sejumlah pengalaman kurang menyenangkan di sirkuit tersebut.

“Dia juga tadi ngomong dia penasaran banget, ingin menaklukkan Mandalika. Jadi Marc Márquez tidak dendam dengan Mandalika, malah dia penasaran,” tegasnya.

Karena itu, Iqbal masih menjagokan Márquez untuk tampil sebagai pembalap yang patut diperhitungkan pada MotoGP Mandalika 2026.

“Jagoan tetap Marc,” tuturnya.

Lebih jauh, Iqbal menyebut hubungan antara pembalap MotoGP dan Mandalika kini semakin erat. Status pembalap yang sebelumnya dianggap sebagai tamu, menurut dia, perlahan berubah.

Bahkan, Márquez secara langsung menyebut Mandalika seperti rumahnya ketika berbincang dengan Iqbal.

“Sekarang saat ini sudah tidak ada tamu, tidak ada tuan rumah. Mereka yang kita anggap tamu selama ini, para riders menganggap ini seperti rumahnya,” jelas Iqbal. “Marc tadi literally ngomong, I consider it my Homebase. Dia menganggap ini adalah gelaran home bes,” sambungnya.

Menurutnya, perasaan tersebut menjadi modal penting bagi NTB untuk menjadikan MotoGP Mandalika bukan sekadar agenda olahraga internasional, tetapi kegiatan rutin yang semakin melekat dengan masyarakat NTB. “Jadi sekarang kita juga sudah menganggap Mandalika adalah kegiatan rutin,” pungkasnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *