MATARAM (NTBNOW.CO)– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) memasang target lebih besar. Gelaran yang berlangsung 9–11 Oktober mendatang itu harus mampu membuka ruang lebih luas bagi masyarakat lokal, pelaku UMKM, hingga volunteer asal NTB.
Pesan tersebut ditegaskan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam Rapat Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mataram, Senin (14/9).
Iqbal mengatakan, pengalaman penyelenggaraan MotoGP tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Tahun ini, penyelenggaraan diharapkan lebih baik sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
”Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” katanya.
Menurutnya, berbagai aspek terus dimatangkan. Mulai kesiapan sirkuit, infrastruktur pendukung, kelistrikan, keamanan, transportasi, akomodasi, distribusi tiket hingga kesiapan penonton.
Seluruh sektor diminta bergerak dalam satu koordinasi. Tujuannya bukan hanya memastikan balapan berlangsung aman dan lancar. Namun, juga memberikan pengalaman terbaik bagi penonton dan wisatawan yang datang ke NTB.
Perhatian juga khusus diberikan terhadap sektor UMKM. Mantan dubes Indonesia untuk Turki itu ingin MotoGP menjadi momentum untuk memperluas pasar produk lokal. Kuliner, kerajinan, produk kreatif hingga berbagai produk unggulan NTB diharapkan mendapatkan ruang selama rangkaian event berlangsung.

”MotoGP jangan hanya menghadirkan wisatawan. Tetapi juga harus menjadi pasar bagi produk NTB. Karena itu, ruang partisipasi UMKM lokal harus diperbesar,” tegasnya.
Tak Ada Lagi Regulasi Khusus Tarif Hotel
Di sisi lain, Pemprov NTB juga mengevaluasi pengelolaan akomodasi menjelang MotoGP. Setelah berkoordinasi dengan pelaku industri pariwisata, pemerintah menilai perkembangan kawasan Mandalika semakin baik.
Mekanisme pasar dinilai sudah berjalan. Karena itu, regulasi khusus mengenai tarif akomodasi seperti yang pernah menjadi perhatian pada penyelenggaraan sebelumnya dinilai tidak lagi diperlukan.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan koordinasi dan pengawasan. Termasuk terhadap penjualan tiket melalui pihak ketiga. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya persoalan yang dapat merugikan masyarakat maupun wisatawan.
Kesiapan akomodasi juga menjadi perhatian. Hotel, penginapan hingga berbagai alternatif tempat menginap terus dikoordinasikan agar mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama MotoGP.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy Reza Warokka menyebut persiapan MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah pekerjaan masih dalam tahap penyempurnaan. Di antaranya fasilitas sirkuit, infrastruktur pendukung, kelistrikan, akomodasi, keamanan hingga transportasi. ”Kesiapan MotoGP Mandalika 2026 saat ini sudah sekitar 80 persen,” ujar Troy.
Dia memastikan seluruh pembalap yang dijadwalkan tampil di Mandalika 2026 akan hadir. Termasuk pembalap-pembalap yang menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia. Kehadiran para bintang MotoGP tersebut diyakini bakal mendongkrak antusiasme penonton. Sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Namun, ada pesan berbeda yang ingin dibawa dalam penyelenggaraan tahun ini. Jika sebelumnya MotoGP Indonesia mengusung semangat ”Dari Indonesia Mendunia”, tahun ini narasinya dibuat lebih spesifik: ”Dari Mandalika Mendunia.”
”Kalau tahun sebelumnya kita membawa semangat ‘Dari Indonesia Mendunia’, tahun ini kita ingin lebih spesifik: ‘Dari Mandalika Mendunia’,” ujarnya.
Semangat itu ingin menempatkan Mandalika bukan sekadar sebagai lokasi balapan. Lebih jauh, Mandalika diharapkan menjadi pintu yang membawa berbagai potensi NTB ke panggung global.
MotoGP menjadi etalase untuk memperkenalkan pariwisata, produk lokal, ekonomi kreatif hingga berbagai potensi daerah kepada dunia. Pesan tersebut sekaligus sejalan dengan visi pembangunan NTB, Makmur Mendunia.
Sementara itu, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho mengatakan pengamanan disiapkan secara terpadu.
Pengamanan tidak hanya berfokus di kawasan sirkuit. Namun mencakup akses menuju lokasi, transportasi, akomodasi, pelayanan hingga protokol. Persiapan juga mengantisipasi kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam ajang internasional tersebut.
”Seluruh unsur harus bersinergi memastikan kesiapan pengamanan, transportasi, akomodasi, pelayanan, dan protokol,” ujarnya.
Kehadiran Presiden menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan. Karena itu, kesiapan daerah sebagai tuan rumah tidak boleh hanya diukur dari kelancaran balapan.
Lebih dari itu, MotoGP menjadi panggung untuk menunjukkan kapasitas NTB dalam menggelar event olahraga bertaraf dunia.
Dengan persiapan yang kini mencapai sekitar 80 persen, pekerjaan rumah masih tersisa. Namun arah yang dibangun semakin jelas. MotoGP Mandalika 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda balap tahunan.
NTB ingin menjadikannya sebagai penggerak pariwisata, etalase produk lokal, pasar bagi UMKM, sekaligus pintu bagi potensi daerah untuk dikenal lebih luas. Dari Mandalika, NTB ingin benar-benar mendunia. (can)












