Ekspor NTB Melonjak 561 Persen, Pariwisata Menguat di Tengah Deflasi Musim Panen

RILIS: BPS NTB membacakan berita resmi statistik (BRS) pertengahan tahun. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat perekonomian daerah menunjukkan tren yang menguat pada pertengahan 2026. Laju inflasi tetap terkendali, kunjungan wisatawan meningkat, mobilitas masyarakat bertambah, dan kinerja ekspor mencatat lonjakan tajam sepanjang semester pertama tahun ini.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin mengatakan sejumlah indikator strategis memperlihatkan fondasi ekonomi daerah masih terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

“Berbagai indikator strategis menunjukkan perkembangan yang positif. Stabilitas harga tetap terjaga, sektor pariwisata terus membaik, mobilitas masyarakat meningkat, dan ekspor pada semester pertama 2026 tumbuh sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Wahyudin, Senin 3/8.

Dari sisi harga, BPS mencatat inflasi tahunan (year on year) NTB pada Juli 2026 sebesar 3,01 persen. Sementara secara bulanan (month to month), terjadi deflasi sebesar 0,35 persen. Penurunan harga dipicu melimpahnya pasokan komoditas hortikultura selama musim panen, terutama cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pasokan kebutuhan pokok berada dalam kondisi yang relatif aman sehingga mampu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Sinyal positif juga datang dari sektor pariwisata. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 44,86 persen atau naik 3,80 poin dibandingkan Mei 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya mencapai 3,76 poin.

Jumlah tamu hotel berbintang tercatat sebanyak 122.516 orang, terdiri atas 77.213 wisatawan domestik dan 45.303 wisatawan mancanegara. Rata-rata lama menginap meningkat menjadi 1,88 hari, mengindikasikan aktivitas wisata yang semakin membaik.

Peningkatan mobilitas juga tercermin dari perjalanan wisatawan nusantara yang mencapai 1.368.707 orang pada Juni 2026. Angka itu tumbuh 2,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 5,71 persen dibandingkan Juni 2025. BPS menilai kenaikan tersebut didorong momentum libur sekolah serta aktivitas penjemputan jemaah haji.

Di sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan laut yang datang meningkat 8,66 persen dan yang berangkat naik 6,38 persen dibandingkan Mei 2026. Sementara itu, penumpang penerbangan domestik yang datang mencapai 107.399 orang atau meningkat 4,76 persen, sedangkan penumpang berangkat naik 2,66 persen menjadi 104.729 orang.

Adapun jumlah penumpang penerbangan internasional yang datang melonjak 30,98 persen. Peningkatan itu terutama dipengaruhi kedatangan penerbangan dari Jeddah dan Madinah.

Kinerja paling mencolok tercatat pada perdagangan luar negeri. Selama Januari hingga Juni 2026, nilai ekspor NTB mencapai US$ 1,35 miliar atau melonjak 561,24 persen dibandingkan semester pertama 2025.

“Ekspor NTB masih didominasi komoditas tembaga hasil industri pengolahan, diikuti perhiasan dan permata, serta ikan dan udang yang dipasarkan ke Thailand, Korea Selatan, Hong Kong, Tiongkok, dan Amerika Serikat,” ujar Wahyudin.

Di tengah tren positif tersebut, sektor pertanian menghadapi tekanan akibat turunnya harga hasil panen hortikultura. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juli 2026 turun 2,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kendati demikian, NTP masih berada pada angka 127,83 atau jauh di atas ambang 100 yang mencerminkan kemampuan tukar petani masih menguntungkan.

BPS juga mencatat seluruh subsektor utama pertanian tetap memiliki NTP di atas 100. “Artinya, secara umum usaha pertanian di NTB masih mampu memberikan nilai tukar yang positif bagi petani meskipun harga sejumlah komoditas sedang terkoreksi akibat melimpahnya hasil panen,” pungkasnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *