BALE KITA Ditargetkan Jadi BLUD 

BALE KITA: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah), Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri (kanan) dan Kepala Dinas Disperindag) Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata (kiri). 

MATARAM (NTBNOW.CO)–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pusat promosi dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BALE KITA, bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah itu disiapkan agar pengelolaan BALE KITA lebih fleksibel dan mampu membiayai operasionalnya secara mandiri tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, mengatakan perubahan status tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan BALE KITA sebagai pusat pemasaran produk UMKM.

“Kita ingin BALE KITA ini mampu mandiri. Karena itu pengelolaannya nanti kita dorong menjadi BLUD, badan layanan umum daerah yang pengelolaannya lebih fleksibel seperti swasta,” kata Lalu Wiranata di Mataram, Senin (27/7) kemarin.

Menurutnya, status BLUD akan memberikan keleluasaan dalam mengelola kegiatan usaha, termasuk merekrut sumber daya manusia sesuai kebutuhan.

“Dengan menjadi BLUD, BALE KITA bisa merekrut pegawai yang masih kurang dan memiliki fleksibilitas dalam menjalankan bisnisnya,” ujarnya.

Selain itu, BALE KITA juga akan lebih leluasa menjalin kerja sama maupun melakukan berbagai bentuk perikatan yang selama ini tidak dapat dibiayai melalui APBD.

“Kalau mereka sudah BLUD, mereka bisa membiayai diri sendiri tanpa membebankan APBD kita,” ucapnya.

Di sisi lain, keberadaan BALE KITA mulai menunjukkan dampak positif bagi pelaku UMKM di NTB. Sejak diresmikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada 8 Juli lalu, hampir 300 UMKM telah bergabung dengan membawa ribuan produk unggulan dari berbagai daerah.

Wiranata mengungkapkan, capaian tersebut melampaui ekspektasi pemerintah daerah. Seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar.

“Dari jumlah UMKM yang sudah masuk dan kualitas produknya yang dipilih melalui kurasi yang cukup ketat, alhamdulillah UMKM kita mampu memenuhi standar yang diinginkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, aktivitas penjualan di BALE KITA juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Rata-rata nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp10 juta setiap hari, dan hasil penjualan langsung diterima oleh pelaku UMKM.

“Secara manajemen penjualan, alhamdulillah rata-rata setiap hari sudah bisa mendapatkan transaksi sekitar Rp10 juta untuk UMKM kita. Jadi pembayaran langsung diteruskan kepada UMKM,” ujarnya.

Wiranata menegaskan BALE KITA bukan toko yang mengambil keuntungan dari penjualan produk, melainkan showroom sekaligus pusat promosi dan pemasaran produk UMKM NTB.

“Mudah-mudahan ke depan kerja sama dengan berbagai pihak terus berkembang, termasuk memperluas pemasaran melalui media sosial maupun dukungan dari insan pers agar bersama-sama membantu UMKM NTB naik kelas,” pungkasnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *