MATARAM (NTBNOW.CO) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat kerja sama internasional untuk menarik investasi berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan Duta Besar Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Kamis (18/6).
Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memaparkan berbagai peluang investasi strategis di NTB, mulai dari sektor energi terbarukan, pariwisata, hingga hilirisasi kelautan dan perikanan.
Di sektor energi, NTB menawarkan sejumlah proyek green energy yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sengkol, Lombok Tengah, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Jerowaru, Lombok Timur, serta pemanfaatan bendungan untuk PLTS terapung dan pembangkit listrik tenaga air skala kecil.
“Seluruh proyek tersebut didukung potensi sumber daya alam yang melimpah, risiko investasi yang relatif rendah, dan prospek bisnis jangka panjang,” ujar Gubernur Iqbal.
Selain energi, sektor pariwisata juga menjadi fokus penawaran investasi. Pemprov NTB menawarkan pengembangan kawasan akomodasi premium di sejumlah destinasi unggulan, seperti Pantai Kerakas dengan destinasi Tujuh Mata Air Bawah Laut (Seven Spring Under Sea), Gili Gede, Mauktika Mandalika, dan Kuta Heights.
Menurut Gubernur, kawasan-kawasan tersebut memiliki keunggulan karena didukung status strategis nasional, kesiapan lahan, serta kemudahan perizinan yang diberikan pemerintah bagi para investor.
Peluang investasi juga terbuka lebar di sektor kelautan dan perikanan. Dengan produksi akuakultur yang terus meningkat, NTB menawarkan pengembangan komoditas unggulan seperti rumput laut, lobster, dan ikan air tawar. Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi industri garam di Pulau Sumbawa serta pembangunan pusat pascapanen dan cold storage modern di Pelabuhan Perikanan Soromandi, Teluk Cempi, guna mendukung ekspor komoditas bernilai tinggi seperti tuna dan cakalang.
Gubernur Iqbal menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen membangun kemitraan investasi yang saling menguntungkan, berorientasi pada keberlanjutan, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi dengan mitra internasional seperti Oman kami harapkan tidak hanya menghadirkan aliran investasi baru, tetapi juga mempercepat pengembangan energi bersih, memperkuat daya saing sektor pariwisata, dan mendorong hilirisasi sumber daya kelautan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (can)












