Dari Masjid Al – Ikhsan Kelurahan Samapuin Sumbawa, Din Syamsuddin Serukan Pesan Persatuan Dunia Islam untuk Iran

SUMBAWA BESAR (NTBNOW.CO– Tokoh cendekiawan muslim yang mendunia, Din Syamsuddin menggelar silaturrahim sekaligus halal bi halal bersama masyarakat Kelurahan Samapuin, Sumbawa di Masjid Al – Ikhsan, Jumat, 10 April 2026. Acara dimulai usai shalat Jumat di masjid itu, berlangsung hidmat.

Kehadiran Presiden Konferensi Dunia untuk Agama dan Perdamaian di masjid itu, disambut hangat karena Kelurahan Samapuin merupakan tempat kelahirannya pada 31 Agustus 1958.

Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, Ketua PD Muhammadiyah Sumbawa Ahmad Jamaan yang bertindak sebagai imam shalat Jumat, Dedi Susanto, politisi NasDem sebagai khatib shalat Jumat, tokoh masyarakat Dr. Arachman Alamudy, Kapolsek Sumbawa, serta Babinsa Samapuin, Sekretaris LPM Samapuin, Abdul Ma’ruf Rahmat sekaligus sebagai jurnalis peliput acara.

Dalam tausiyahnya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan mantan Ketua Umum MUI Pusat ini berbagi kisah perjalanan hidupnya yang telah merambah dunia internasional dan melintasi berbagai organisasi besar di Indonesia, dari NU semasa remaja di Sumbawa dan Muhammadiyah sejak nyantri di Pesantren Gontor.

“Saya lahir dan besar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), namun kemudian dipercaya memimpin Muhammadiyah,” ucapnya, sembari berbagi kisah masa kecil di Kelurahan Samapuin bersama sejumlah teman sebayanya yang ia sebut di antaranya empat orang.

Din menegaskan bahwa perbedaan organisasi bukanlah alasan untuk berpecah belah.

“Organisasi itu hanyalah alat perjuangan, bukan tujuan (ghoyah). Tujuannya sama: Izzul Islam wal Muslimin, kejayaan Islam dan umat Islam,” tegasnya.

Karena itu, ia menyampaikan pesan, jangan sampai perbedaan organisasi menjadi bahan pertentangan di antara kita.

Pengasuh dan pendiri PMI Dea Malela ini mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap upaya adu domba yang sering kali merusak persatuan umat, terutama di tingkat akar rumput.

Din Syamsuddin menekankan pentingnya menjaga kerukunan seperti kaum Muhajirin dan Ansor di Madinah yang disatukan oleh iman.

Tidak hanya bicara soal lokal, Din Syamsuddin sebagai pelopor utama dialog antarperadaban, juga menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi dunia Islam saat ini, khususnya agresi yang menimpa Iran dan Palestina.

Ia mengungkapkan sedang memprakarsai sebuah dokumen mendesak terkait persatuan umat Islam sedunia untuk peradaban baru.

“Kami sedang menyusun pesan kepada seluruh dunia agar umat Islam bersatu menghadapi tantangan global. Tidak saatnya lagi kita mempersoalkan perbedaan kecil di saat saudara-saudara kita menghadapi ujian berat,” tambahnya.

Di sela-sela tausyiahnya yang disampaikan dalam bahasa sederhana, Din berbagi kisah masa kecilnya di Samapuin.

Suasana menjadi cair saat Din memberikan motivasi kepada anak-anak Kelurahan Samapuin. Dengan rendah hati, ia menceritakan masa kecilnya yang penuh perjuangan.

“Saya ini orang kampung, dulu pernah jual pisang goreng. Tapi jangan pernah menyerah. Saya dorong anak-anak di Samapuin untuk terus belajar, jangan hanya tamat SD. Gantungkan cita-citamu setinggi langit,” ujar tokoh yang dikenal luas di kancah internasional ini.

Sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat, acara ditutup dengan pemberian surprise doorprize kepada anak-anak kelas 6 SD yang hadir.

Din berharap dari Kelurahan Samapuin akan lahir generasi-generasi hebat yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, namun tetap memiliki akar spiritual yang kuat.

Acara Halalbihalal ini ditutup ramah tamah antar warga, memperkuat komitmen masyarakat Samapuin untuk menjaga semangat kerukunan dan persatuan sembari menikmati hidangan soto Madura. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *