MATARAM (NTBNOW.CO) – Ribuan warga memadati Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk menyaksikan parade Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 2026. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak sore hari, dengan deretan karya seni Ogoh-Ogoh yang memukau perhatian publik.
Ogoh-Ogoh merupakan patung khas budaya Bali yang menggambarkan sosok Bhuta Kala, simbol kekuatan negatif atau sifat buruk manusia. Dalam tradisi Hindu, pawai ini menjadi bagian penting sebagai upaya menetralisir energi negatif sebelum memasuki hari suci Nyepi.
Tidak hanya masyarakat lokal, wisatawan mancanegara juga turut memadati lokasi acara untuk menyaksikan kemeriahan parade tahunan tersebut.
Salah satu pengunjung, Dena Ayu Andira asal Purwakarta, mengaku terkesan karena baru pertama kali menyaksikan langsung pawai Ogoh-Ogoh.
“Acaranya sangat ramai, Ogoh-Ogoh yang ditampilkan banyak dan sangat seru,” ujarnya.
Peserta parade, Putu Riandana, menyebutkan bahwa pelaksanaan Ogoh-Ogoh tahun ini terasa lebih spesial. Pasalnya, perayaan Nyepi berdekatan dengan bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kami dibatasi sampai pukul 18.00 WITA, namun itu tidak menjadi masalah karena kami juga menghargai umat Muslim yang sedang berpuasa,” katanya.
Pembina Aliansi Hindu Dharma, Anak Agung Made Jelantik, menjelaskan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai 105 kelompok dari Kota Mataram. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, karena panitia lebih mengutamakan kualitas karya. “Tahun ini kita fokus pada kualitas, bukan kuantitas,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa harmoni antarumat beragama di Kota Mataram telah terjaga dengan baik selama ini.
“Perbedaan tidak pernah menjadi masalah, dan tidak ada gesekan sejak dulu,” tambahnya.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, turut mengapresiasi kreativitas dan semangat umat Hindu dalam menampilkan Ogoh-Ogoh. Menurutnya, momentum berdekatan antara Nyepi dan Ramadan menjadi bukti nyata tingginya toleransi di NTB.
“Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat nasional dan internasional bahwa NTB adalah daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo memastikan keamanan selama rangkaian perayaan berjalan optimal. Sebanyak 1.649 personel Polri disiagakan untuk mengamankan perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2026.
“Alhamdulillah, pawai Ogoh-Ogoh berlangsung lancar, aman, dan damai tanpa adanya gesekan,” pungkasnya. (can)












