ASITA NTB Dorong Pembukaan Rute Lombok–Darwin, Minta Dukungan Insentif dari Pemprov dan Stakeholder

Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka bersama Ketua Kadin ntt Boby Liyanto. (ist)

MATARAM — Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Barat mendorong pembukaan rute penerbangan internasional Lombok–Darwin–Lombok oleh maskapai TransNusa. Namun, rute tersebut dinilai membutuhkan dukungan awal dari seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah dan pengelola bandara.

Hal itu disampaikan Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu, usai pertemuan antara anggota ASITA NTB dan manajemen TransNusa. Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah rencana penerbangan, termasuk Bali–Lombok–Bali, Lombok–Bima, serta wacana pembukaan rute Lombok–Darwin–Lombok.

Menurut Dewantoro, rute Lombok–Darwin memiliki potensi besar bagi pengembangan pariwisata NTB, namun pada tahap awal diperkirakan belum langsung ramai penumpang.

“Kami sangat mengapresiasi manajemen TransNusa jika rute Lombok–Darwin bisa direalisasikan. Tapi untuk tahap awal, dukungan penuh dari Pemprov NTB, Angkasa Pura, dan seluruh stakeholder pariwisata sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Dewantoro yang juga pernah menjabat sebagai General Sales Agent (GSA) TransNusa periode 2006–2011 menegaskan, pada fase awal operasional, maskapai membutuhkan insentif agar rute internasional tersebut dapat berjalan berkelanjutan.

“Harus realistis. Pada awal pembukaan, penerbangan Lombok–Darwin pasti belum ramai. Karena itu, insentif dari pemerintah dan stakeholder menjadi kunci,” katanya.

Ia juga berharap Dinas Perhubungan NTB dapat segera mengundang seluruh pihak terkait untuk membahas secara komprehensif rencana penerbangan tersebut.

“Penerbangan itu tidak menggunakan angin gratis. Ada biaya avtur, kru, pilot, pramugari, dan operasional lainnya. Maka semua pihak harus duduk bersama mencari skema dukungan yang masuk akal,” tegas Dewantoro.

ASITA NTB menilai, jika dikelola dengan perencanaan matang dan dukungan kuat sejak awal, rute Lombok–Darwin dapat menjadi gerbang strategis bagi wisatawan Australia menuju NTB, sekaligus memperkuat konektivitas internasional daerah. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *