Investor Spanyol Lirik Mandalika, Villa hingga Sirkuit Baru Disiapkan

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy Reza Warokka. (Foto: susan/ntbnow.co)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Sirkuit Mandalika tak sekadar menjadi magnet bagi penonton MotoGP. Gelaran balap motor dunia itu mulai membuka peluang investasi baru, terutama dari investor Spanyol yang agresif mengembangkan akomodasi wisata di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy Reza Warokka mengungkapkan, sejumlah proyek vila dan hotel resor baru tengah dibangun maupun disiapkan di kawasan tersebut. Kehadiran pembalap dunia, khususnya dari Spanyol, dinilai ikut memperkuat daya tarik Mandalika di mata investor asing.

“Yang menarik, investor dari Spanyol sekarang cukup agresif masuk ke Mandalika. Akan ada beberapa vila baru ataupun resor hotel baru yang akan terbangun,” kata Troy, Selasa 27/10.

Salah satu proyek yang telah menjadi perhatian adalah Alkasaba, yang dikenal sebagai Rumah ITDC. Properti tersebut dimiliki investor asal Spanyol. Selain itu, terdapat sejumlah proyek vila lain yang sedang dikembangkan, di antaranya Satori Villa dan Sidharta Villa.

Menurutnya, investasi di Mandalika tidak bisa berjalan instan. Ada sejumlah tahapan dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum proyek dapat direalisasikan.

“Investasi itu prosesnya tidak cepat, karena ada beberapa aturan yang harus kami laksanakan,” ujarnya.

Troy mengaku, Optimisme investor tersebut sejalan dengan dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Ia menyebut, berdasarkan kajian yang disampaikan, dampak ekonomi ajang tersebut mencapai Rp 5,2 triliun. Angka itu melampaui target awal sebesar Rp 5 triliun.

Capaian tersebut ditopang oleh tingginya jumlah penonton, aktivitas wisata, serta perputaran ekonomi di berbagai sektor.

“Total pengunjung 157 ribu itu berdampak kepada ekonomi sebesar Rp 5,2 triliun. Target yang kami canangkan sebelumnya Rp 5 triliun,” ungkapnya.

Jumlah penonton yang hadir langsung di sirkuit tercatat sebanyak 157.875 orang, meningkat 12,5 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Kehadiran penonton ikut menggerakkan sektor kuliner, kerajinan tangan, suvenir, akomodasi, dan transportasi. Hotel di kawasan Mandalika bahkan dilaporkan terisi penuh, sedangkan tingkat okupansi hotel di Kota Mataram mencapai sekitar 95 hingga 100 persen.

Dari sisi pariwisata, kunjungan wisatawan tercatat mencapai 1,21 juta, atau meningkat 26 persen berdasarkan rekapitulasi data tim ITDC.

Tak hanya membuka peluang investasi, penyelenggaraan MotoGP juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Troy menyebut, sebanyak 3.900 tenaga kerja di NTB terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP 2026. Jumlah itu meningkat sekitar 16,7 persen.

Selain itu, terdapat 437 marshal yang bertugas mendukung kelancaran balapan. Menariknya, jumlah marshal perempuan asal NTB meningkat dari sembilan orang menjadi 20 orang.

“Ini membanggakan. Marshal sekarang sudah ada perempuannya, dan mereka berasal dari NTB,” tuturnya.

Troy menambahkan, sejak 2021, aktivitas pengembangan Mandalika telah menyerap 3.198 tenaga kerja berdasarkan data yang dipaparkan. Berbagai agenda yang rutin digelar di kawasan sirkuit juga dinilai ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

Selain itu pengembangan fasilitas pendukung turut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Mandalika. Salah satu proyek yang disiapkan adalah mini sirkuit seluas tiga hektare, lengkap dengan fasilitas pit building dan rencana sekolah balap. Proyek tersebut ditargetkan menjadi fasilitas tambahan untuk mengembangkan kegiatan otomotif di kawasan KEK Mandalika.

Troy juga menyinggung keberadaan sejumlah villa yang menawarkan pengalaman menyaksikan balapan dengan latar langsung Sirkuit Mandalika. Salah satunya Miti Miti Villa, yang sempat menarik perhatian karena menawarkan pengalaman menonton MotoGP sambil berenang.

Menurutnya, pengembangan berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Mandalika sebagai destinasi wisata dan investasi yang terus tumbuh, tidak hanya ketika MotoGP berlangsung.

Konektivitas dan Promosi Mendunia

Tingginya minat wisatawan juga didukung konektivitas transportasi. Selama periode MotoGP 2026, tercatat 66 penerbangan tambahan menuju sejumlah rute, termasuk Lombok-Jakarta dan Lombok-Bali.

Sementara itu, angkutan laut dari Surabaya turut berkontribusi terhadap mobilitas wisatawan dengan peningkatan okupansi sekitar 25 persen.

Ia juga menyoroti peran pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, yang dinilai berhasil menarik penonton baru. Kehadiran keduanya membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak mengikuti kelas Moto3 maupun Moto2 tertarik datang ke Mandalika.

Dari sisi pelayanan, tingkat kepuasan pengunjung tercatat mencapai 4,56, melampaui target 4,4. Penilaian tersebut dihimpun melalui survei daring di sekitar 400 titik.

Troy berharap momentum MotoGP dapat memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi berkelas internasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek pariwisata NTB.

“Indonesia-nya sudah cukup naik, naik sekali. Waktunya Mandalika untuk naik,” pungkasnya. (can)