MotoGP Mandalika 2026 Diprediksi Dongkrak Ekonomi NTB, BPS Hitung Multiplier Effect

DAYA BELI: Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan event olahraga internasional seperti MotoGP dapat mendorong peningkatan daya beli masyarakat. (Foto: susan/ntbnow.co)

LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO) – Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika berpotensi memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Pusat Statistik (BPS) RI kini melakukan survei untuk mengukur seberapa besar manfaat ekonomi yang dihasilkan dari kedatangan ribuan penonton ke Lombok.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan bahwa event olahraga internasional seperti MotoGP dapat mendorong peningkatan daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan berbagai sektor usaha di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Namun, menurutnya, dampak tersebut perlu diukur berdasarkan data yang akurat, termasuk pola belanja pengunjung, lama tinggal, serta pergerakan mereka selama berada di NTB.

BPS memperkirakan sekitar 160 ribu penonton menghadiri MotoGP Mandalika 2026. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar ini berpotensi menciptakan perputaran uang melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan pariwisata.

“Kami akan melihat berapa pengeluaran dan struktur pengeluaran para penonton, apa saja yang mereka belanjakan. Kemudian, berapa lama mereka tinggal dan ke mana saja mobilitasnya,” papar Amalia, Jumat (9/10).

Survei tersebut tidak hanya mengukur pengeluaran penonton di kawasan Sirkuit Mandalika. BPS juga ingin mengetahui apakah pengunjung melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata lain setelah menyaksikan balapan.

Informasi mengenai lama tinggal dan lokasi menginap turut menjadi perhatian. BPS akan memetakan karakteristik penonton, termasuk kelompok umur, jenis kelamin, serta wilayah tempat mereka menginap, baik di Lombok Tengah, Lombok Barat, maupun daerah lainnya di NTB.

Data tersebut penting untuk mengetahui seberapa luas manfaat MotoGP menyebar ke berbagai wilayah. Semakin banyak pengunjung yang berbelanja, menginap, menikmati kuliner, dan berwisata di luar kawasan sirkuit, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi menjangkau pelaku usaha lokal.

Amalia menilai, penyelenggaraan event internasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

“Saya pikir event-event ini akan memberikan efek pengganda yang sangat baik, meningkatkan daya beli masyarakat, dan juga mendorong aktivitas ekonomi yang ada di lokasi event tersebut,” tuturnya.

Karena itu, keterlibatan UMKM menjadi salah satu fokus survei BPS. Pelaku usaha lokal perlu masuk dalam rantai ekonomi MotoGP agar manfaat penyelenggaraan event tidak hanya dinikmati sektor usaha berskala besar.

BPS nantinya akan menyampaikan hasil analisis kepada pemerintah dan pihak penyelenggara, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) yang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah dan penyelenggara dapat menggunakan data tersebut untuk menyusun strategi agar belanja wisatawan lebih banyak terserap oleh UMKM serta masyarakat setempat.

“Yang paling penting adalah bagaimana event ini bisa lebih optimal memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal,” pungkas Amalia.

Dengan pengukuran yang terstruktur, MotoGP Mandalika diharapkan tidak sekadar menjadi agenda olahraga internasional, tetapi juga menjadi penggerak pariwisata, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di NTB. (can)