MATARAM (NTBNOW.CO) — Kebakaran yang melanda kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, menjadi perhatian serius bagi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain berdampak terhadap masyarakat dan pelaku usaha setempat, musibah tersebut juga perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap pariwisata Lombok secara keseluruhan.
Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, MH, mengatakan pihaknya akan melihat persoalan tersebut dari perspektif tugas dan fungsi BPPD, khususnya dalam hal promosi dan pemasaran pariwisata daerah.
Menurut Sahlan, penanganan korban dan pembangunan kembali kawasan Sade merupakan kewenangan pemerintah bersama masyarakat dan pihak terkait. Sementara BPPD memiliki ruang untuk membantu memastikan dampak kebakaran terhadap citra dan kunjungan wisatawan dapat diminimalkan.
“BPPD tentu memiliki tupoksi yang jelas. Kami tidak masuk ke ranah penanganan bencana atau pembangunan fisik. Fokus kami adalah bagaimana menjaga citra pariwisata NTB dan memastikan wisatawan tetap mendapatkan informasi yang benar mengenai kondisi destinasi,” ujar Sahlan.
Jangan Sampai Kebakaran Sade Berdampak Luas
Sahlan menilai salah satu hal yang perlu segera dilakukan adalah memastikan informasi mengenai kebakaran Sade disampaikan secara proporsional.
Menurutnya, masyarakat maupun wisatawan perlu memahami bahwa kebakaran terjadi di kawasan tertentu dan tidak berarti seluruh destinasi wisata di Lombok terdampak.
“Jangan sampai muncul persepsi bahwa karena Sade mengalami musibah, kemudian seluruh destinasi di Lombok tidak bisa dikunjungi. Ini yang harus kita komunikasikan dengan baik,” katanya.
Karena itu, BPPD NTB akan mendorong komunikasi dan promosi yang lebih terarah dengan melibatkan pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan wisata, hotel, pramuwisata, media serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Promosikan Destinasi Alternatif
Selain menjaga citra pariwisata, BPPD NTB juga dapat mendorong promosi destinasi alternatif selama proses pemulihan Sade berlangsung.
Destinasi budaya, desa wisata, alam, kuliner dan ekonomi kreatif di Lombok maupun daerah lainnya di NTB dapat diperkuat dalam materi promosi.
“Wisatawan yang sudah merencanakan perjalanan ke Lombok jangan sampai membatalkan kunjungannya. Kalau ada destinasi yang sementara belum dapat dikunjungi, industri pariwisata bisa menawarkan alternatif destinasi lainnya,” ujar Sahlan.
Menurut dia, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekonomi pelaku pariwisata di NTB.
BPPD Perkuat Komunikasi Publik
Sementara itu, Humas BPPD NTB, Abdus Syukur, MH, mengatakan pascakebakaran Sade diperlukan komunikasi publik yang terukur dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan bagi wisatawan.
Menurutnya, BPPD akan memastikan informasi yang beredar mengenai kondisi pariwisata NTB bersifat akurat, berimbang dan mudah dipahami.
“Yang perlu kita bangun adalah narasi bahwa Sade sedang dalam proses pemulihan. Sementara destinasi-destinasi lain di NTB tetap dapat menjadi pilihan wisatawan sesuai kondisi di lapangan,” kata syukur.
Ia menegaskan, komunikasi pariwisata tidak boleh menutupi fakta mengenai kebakaran, tetapi juga tidak boleh memperluas dampaknya menjadi persepsi bahwa NTB secara keseluruhan sedang mengalami masalah pariwisata.
Sade Harus Bangkit dengan Identitas Budaya yang Kuat
Abdus Syukur mengatakan, setelah proses pemulihan dan rekonstruksi selesai, BPPD dapat mengambil bagian dalam menyiapkan strategi promosi Sade agar kembali menjadi salah satu ikon wisata budaya NTB.
Promosi tersebut, kata dia, tidak cukup hanya menjual Sade sebagai objek kunjungan, tetapi juga harus mengangkat nilai budaya, sejarah, tradisi, kerajinan dan kehidupan masyarakat adat Sasak.
“Yang kita promosikan bukan hanya rumah adatnya, tetapi pengalaman dan nilai budaya yang ada di Sade. Karena itu, ketika nanti kembali dibuka secara optimal, promosi harus disiapkan dengan konsep yang kuat,” ujarnya.
Tetap Sesuai Tupoksi
Abdus menegaskan BPPD NTB akan tetap berada dalam koridor tugas dan fungsi kelembagaannya.
Penanganan korban, pembangunan kembali rumah adat, penyediaan infrastruktur dan aspek teknis mitigasi bencana tetap menjadi kewenangan pemerintah dan pihak terkait bersama masyarakat.
“BPPD tidak mengambil alih tugas pemerintah. Peran kami adalah di sektor promosi dan pemasaran pariwisata. Karena itu, kontribusi yang paling tepat adalah menjaga citra destinasi, membangun komunikasi yang baik dan menyiapkan strategi promosi untuk pemulihan pariwisata,” katanya.
Menurutnya, musibah kebakaran Sade harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
“Harapannya, Sade bisa bangkit kembali dengan tetap mempertahankan identitas budaya Sasak. Dan yang tidak kalah penting, kepercayaan wisatawan terhadap Lombok dan NTB tetap terjaga,” pungkasnya. (red)












