Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Iqbal dan Mori Sama-Sama Tersandung Syarat

TIM TPP: Menyampaikan hasil seleksi berkas Bakal Calon ketua Koni NTB 2026. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Persaingan perebutan kursi Ketua KONI NTB dipastikan belum menemukan kandidat yang lolos. Dua nama yang sebelumnya digadang-gadang bakal bertarung, Lalu Muhamad Iqbal dan Haji Mori Hanafi, sama-sama dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).

Iqbal kandas karena dinilai tidak memenuhi persyaratan pengalaman memimpin organisasi. Sedangkan Mori gagal melaju karena dukungan KONI kabupaten/kota yang dimilikinya tidak memenuhi ambang batas setelah ditemukan dukungan ganda.

Dengan keputusan tersebut, tidak ada satu pun bakal calon yang dinyatakan lolos sebagai calon Ketua KONI NTB untuk dibawa ke Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov).

Wakil Ketua TPP Andik Budi Hariono mengatakan, dari tiga orang yang sempat mengambil formulir pendaftaran, hanya dua kandidat yang mengembalikan berkas dan mengikuti proses verifikasi serta validasi.

“Setelah kita verifikasi, validasi, kemudian tinggal dua, yaitu Pak H. Mori Hanafi dengan Pak H. Muhammad Iqbal. Dari dua ini, kita nyatakan dari TPP tidak memenuhi syarat,” kata Andi saat menyampaikan hasil penjaringan, Selasa (18/8).

Untuk Mori, persoalan utama berada pada dukungan KONI kabupaten/kota. Dari empat dukungan yang sebelumnya dikantongi, terdapat dukungan ganda yang membuat jumlah dukungan sah berkurang.

“Pak H. Mori Hanafi karena dukungan dari KONI daerah kabupaten/kota kurang dari 30 persen persyaratannya,” jelasnya.

Andik memaparkan, dukungan yang mengalami persoalan antara lain dari KONI Lombok Utara (KLU) dan Dompu. Keduanya tercatat memberikan dukungan kepada Mori sekaligus kepada Iqbal.

“Yang dobel itu KLU sama Dompu. Karena dobel dukungan, sehingga dukungan Pak Mori berkurang dan tidak memenuhi 30 persen,” ujarnya.

Sementara itu, persoalan Iqbal berbeda. Bakal calon yang juga Gubernur NTB tersebut dinyatakan tidak memenuhi persyaratan terkait pengalaman memimpin organisasi.

“Pak H. Muhammad Iqbal juga tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki pengalaman memimpin atau sebagai ketua umum organisasi maupun ketua umum KONI,” tuturnya.

TPP juga menemukan adanya dukungan ganda dari sejumlah cabang olahraga (cabor). Di antaranya MMA, FASI Aerosport, anggar (IKASI), bola voli (PBVSI), tenis lapangan, dan panjat tebing.

Namun, Andik menegaskan, secara dukungan cabor, kedua kandidat sebenarnya memenuhi ketentuan. Persoalan yang membuat Mori tersingkir adalah dukungan KONI kabupaten/kota yang setelah diverifikasi tidak lagi mencukupi. “Kalau cabor, dua-duanya memenuhi syarat. Ada ganda juga,” ungkapnya.

Dengan hasil tersebut, proses TPP praktis berakhir. Seluruh hasil verifikasi dan penyaringan telah diserahkan kepada KONI Provinsi NTB untuk ditindaklanjuti. “Tugas kita sampai di sini. Semua sudah kita laporkan kepada Ketua KONI NTB,” tegasnya.

Termasuk soal apakah penjaringan akan dibuka kembali atau dibentuk TPP baru, Andik menyebut hal tersebut bukan lagi kewenangan timnya. “Untuk tindak lanjutnya kami serahkan ke KONI. Masalah TPP baru lagi itu urusan lain,” tuturnya.

Sementara itu, Musorprov KONI NTB sendiri sebelumnya mengalami penundaan. Terkait langkah berikutnya setelah tidak adanya kandidat yang lolos, TPP menyerahkan sepenuhnya kepada KONI NTB, termasuk komunikasi dengan KONI Pusat.

Dengan demikian, Iqbal dan Mori sama-sama gagal bertarung dalam perebutan kursi Ketua KONI NTB pada tahapan penjaringan kali ini. Keduanya baru berstatus bakal calon dan belum mendapatkan status sebagai calon yang bisa dibawa ke Musorprov.

Andik memastikan kesimpulan TPP tidak berubah. “Hasilnya itu, dua-duanya tidak memenuhi syarat,” pungkasnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *