MATARAM (NTBNOW.CO)–Dua jamaah haji kelompok terbang (kloter) 12 asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia di tanah suci.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha mengatakan sebanyak 393 jamaah haji kloter 12 dari embarkasi Lombok yang dipastikan sehat dan berangkat ke Tanah Suci, namun saat kembali ke tanah air hanya 389 jemaah haji.
“Dua jemaah meninggal dunia di Arab Saudi, satu jemaah mutasi ke kloter lain, dan satu jemaah masih tertunda kepulangannya karena sakit,” kata nya, Kamis 18/6.
Herman menjelaskan, saat tiba di Lombok pada Senin 16/6 malam, secara umum kondisi kesehatan jemaah yang tiba cukup baik. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, sebanyak 361 jemaah masuk kategori sehat dan 28 orang memerlukan pemantauan kesehatan.
Selama proses debarkasi tercatat sembilan kunjungan ke poliklinik. Sebanyak dua jemaah mengalami suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius.
“Satu jemaah menjalani observasi dan satu orang dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Selain itu, dua jemaah menjalani pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) dengan hasil negatif dan empat jemaah mengikuti skrining tuberkulosis (TB).
Petugas juga tidak menemukan kasus penyakit menular maupun spesimen yang memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan.
“Dari aspek kekarantinaan dan sanitasi, seluruh persyaratan kesehatan terpenuhi. Pesawat, asrama haji, katering, serta armada bus operasional telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan,” ujar Herman.
Pihaknya menegaskan, BKK Kelas I Mataram terus melakukan pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji yang tiba guna memastikan proses debarkasi berlangsung aman dan mencegah potensi penyebaran penyakit dari luar negeri.
” Kami harus memastikan kesehatan jamaah haji mulai dari keberangkatan hingga kembali ke Lombok,” imbuhnya. (can)
Keterangan Foto:
HAJI 2026: Jamaah Haji saat tiba dilombok Senin 16/6 malam. (ist)












