MATARAM – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, terus memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder guna menyukseskan program familiarization trip (famtrip). Sebuah inisiatif yang bertujuan memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada pasar yang lebih luas. Famtrip yang akan diikuti oleh 50 wisatawan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei hingga 2 Juni 2026.
Kolaborasi tersebut melibatkan pelaku industri pariwisata, pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, media, hingga komunitas kreatif untuk mendukung promosi destinasi secara terpadu dan berkelanjutan.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah, Sahlan M Saleh, MH, menyatakan bahwa famtrip menjadi salah satu strategi paling efektif dalam memperkenalkan keunggulan destinasi wisata, budaya, kuliner, hingga potensi ekonomi kreatif kepada tamu undangan, agen perjalanan, media, dan influencer.
Menurutnya, promosi pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak agar dampaknya lebih maksimal terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.
“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam pengembangan pariwisata. Karena itu, BPPD terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholder demi suksesnya kegiatan famtrip ini,” ujarnya.
Sementara itu, Humas BPPD NTB H. Abdus Syukur, MH, menekankan peran penting media dalam menyukseskan famtrip. Ia menyebutkan bahwa liputan media menjadi jembatan yang kuat untuk menghubungkan potensi pariwisata daerah dengan khalayak yang lebih luas, baik secara nasional maupun internasional.
“Media memainkan peran strategis dalam menguatkan pesan pariwisata kami. Melalui pelaporan yang akurat dan menarik, media membantu membentuk persepsi positif terhadap destinasi kami serta mendorong lebih banyak orang untuk berkunjung. Kami mengandalkan media untuk menceritakan kisah kami dan memamerkan keindahan NTB kepada dunia,” jelas Syukur.
Melalui kegiatan tersebut, peserta famtrip nantinya akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, menikmati atraksi budaya lokal, serta melihat langsung potensi wisata yang dimiliki daerah.
Selain menjadi ajang promosi, kegiatan famtrip juga diharapkan mampu membuka peluang investasi, memperkuat branding destinasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
BPPD optimistis, dengan dukungan semua pihak, kegiatan famtrip dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata daerah di tengah persaingan industri wisata yang semakin kompetitif. (red)












